Bisnis.com, CIREBON - Penjualan tiket kereta api untuk masa angkutan Lebaran 2026 di wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 3 Cirebon mulai bergerak naik. Hingga 10 Maret 2026, sebanyak 41.200 tiket telah terjual dari total 102.300 kursi yang disediakan untuk perjalanan jarak jauh selama periode mudik.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan angka tersebut setara dengan sekitar 40,4% dari total kapasitas yang disiapkan untuk melayani penumpang selama masa angkutan Lebaran tahun ini.
Menurut dia, ketersediaan tiket masih cukup besar karena lebih dari separuh kursi yang disiapkan belum terserap pasar. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat yang belum merencanakan perjalanan mudik untuk tetap mendapatkan tiket kereta.
“Jumlah tiket yang sudah terjual sekitar 41.200 atau sekitar 40,4 persen dari kapasitas yang tersedia. Artinya masih ada sekitar 60 ribu kursi yang dapat dipesan penumpang,” ujar Muhibbuddin, Kamis (12/3/2026).
Meski secara keseluruhan ketersediaan kursi masih relatif longgar, tingkat penjualan pada tanggal tertentu menunjukkan lonjakan signifikan. Beberapa hari yang menjadi favorit keberangkatan mudik bahkan mencatat tingkat penjualan melampaui kapasitas kursi.
Muhibbuddin menjelaskan, fenomena ini biasanya terjadi menjelang hari raya, terutama pada H-3 Lebaran. Pada periode tersebut, permintaan tiket meningkat tajam karena masyarakat memilih berangkat mendekati hari raya agar waktu berkumpul bersama keluarga lebih panjang.
Baca Juga
- Mudik Lebaran 2026, Kendaraan CNG Bisa Manfaatkan Bengkel Keliling di Cirebon
- Puluhan Sapi di Kabupaten Cirebon Terpapar PMK Jelang Lebaran
- Kesenjangan Kucuran Kredit UMKM vs Usaha Besar di Cirebon Masih Lebar
Menurut dia, angka penjualan yang tercatat bisa melampaui 100 persen karena adanya sistem penjualan kursi dinamis. Kursi yang kosong setelah penumpang turun di stasiun tertentu dapat kembali dijual kepada penumpang lain untuk perjalanan berikutnya.
“Penjualan di hari favorit memang sangat tinggi. Bahkan bisa tercatat lebih dari 100 persen karena kursi yang sudah tidak digunakan pada segmen perjalanan tertentu bisa dijual kembali,” katanya.
Untuk melayani kebutuhan perjalanan selama mudik Lebaran, PT Kereta Api Indonesia Daop 3 Cirebon mengoperasikan tujuh perjalanan kereta api jarak jauh yang berbasis di wilayah tersebut.
Total kapasitas kursi yang disediakan selama masa angkutan Lebaran mencapai lebih dari 102 ribu tiket. Kapasitas ini diharapkan mampu mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat yang setiap tahun meningkat pada musim mudik.
Wilayah Cirebon sendiri memiliki peran strategis dalam jaringan perkeretaapian nasional karena berada di jalur utama pantai utara Jawa yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Dengan posisi tersebut, arus penumpang yang melalui stasiun-stasiun di wilayah ini cenderung tinggi, baik untuk perjalanan menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Selain menyiapkan kapasitas tiket, pihak operator kereta juga melakukan sejumlah langkah untuk memastikan layanan berjalan lancar selama periode mudik.
Muhibbuddin mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan sarana kereta hingga pengecekan jalur rel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional kereta tetap aman dan tepat waktu selama masa perjalanan yang padat.
Di sisi layanan penumpang, perusahaan juga menambah petugas pelayanan di sejumlah stasiun serta meningkatkan fasilitas ruang tunggu. Upaya ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi kereta selama musim mudik.





