KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV - Beberapa negara ASEAN mulai melakukan kebijakan untuk menghemat penggunaan energi.
Hal itu dilakukan setelah perang Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel membuat harga minyak melambung.
Sebab, penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran membuat perdagangan minyak terhambat,
Baca Juga: Sebut Upaya AS-Israel Tumbangkan Rezim Iran Gagal, Faisal Assegaf: Kini Iran yang Dikte Amerika
Salah satu yang membuat kebijakan terkait hal tersebut adalah Malaysia.
Dikutip dari Malay Mail, Kamis (12/3/2026), langkah penghematan dan pengendalian pengeluaran yang dilakukan adalah bertujuan untuk memastikan dana yang ada dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak.
Oleh sebab itu, acara-acara perayaan dan open house Hari Raya Idulfitri di tahun ini tak akan dilakukan.
Menteri Perhubungan Anthony Loke mengatakan Pemerintah Malaysia harus siap menghadapi kemungkinan dampak konflik Iran vs AS-Israel terhadap perekonomian negara.
“Itulah mengapa salah satu keputusan yang dicapai dalam rapat Kabinet adalah mengendalikan pengeluaran diskresioner,” ujar Loke.
“Misalnya acara-cara perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini tidak akan diadakan untuk memastikan dana dapat dihemat dan disisihkan untuk kebutuhan yang mungkin lebih mendesak,” ucapnya.
Sementara itu, di Thailand salah satu kebijakan penghematan energi karena perang di Iran, dengan memberlakukan pegawai negeri melakukan work from home (WFH), dan menggunakan tangga ketimbang elevator demi menghemat energi.
Dikutip dari Anadolu Agency, itu menjadi bagian dari inisiatif penghematan energi yang diumumkan Perdana Menteri sementara Anutin Charnvirakul.
Inisiatif yang diambil antara lain meliputi penangguhan perjalanan ke luar negeri penangguhan perjalanan ke luar negeri, mengatur suhu pendingin ruangan pada 26 hingga 27 derajat celcius.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Anadolu Agency/Fox News/Malay Mail/The Indian Times
- iran
- asean
- penghematan
- perng iran vs as-israel
- amerika serikat
- israel





