Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memutuskan pembagian dividen tunai senilai Rp336 per saham atau secara total Rp41,3 triliun dari laba bersih tahun buku 2025.
Adapun, perseroan sebelumnya telah membagikan dividen interim senilai Rp55 per saham atau total Rp6,77 triliun pada akhir tahun lalu. Dengan demikian, sisanya senilai Rp281 per saham atau total Rp34,5 triliun dibagikan kepada pemegang saham.
"Dividend payout ratio setara 72% atau jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 67,4%," demikian disebutkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BCA pada Kamis (12/3/2026).
Sepanjang 2025, BCA mengantongi laba konsolidasian sepanjang 2025 senilai Rp57,56 triliun. Realisasi itu meningkat 4,94% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp54,85 triliun.
Jika menilik beberapa tahun terakhir, BCA dikenal konsisten membagikan porsi laba yang besar kepada para pemegang saham perseroan.
Pada 2020, perseroan memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp530 per saham atau setara 48% dari total laba bersih tahun buku 2020. Dalam catatan Bisnis, jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim Rp98 per saham yang sebelumnya telah disalurkan kepada pemegang saham pada 22 Desember 2020.
Baca Juga
- BCA (BBCA) Gelar RUPST Hari Ini, Simak Agenda Lengkapnya
- Siap-Siap Hilal Dividen BCA (BBCA), Anthoni Salim Pegang Saham Segini
- BBCA, BBRI, BMRI, BBNI: Saham Diskon dengan Potensi Dividen Jumbo
Kemudian pada 2021, bank swasta terbesar di Indonesia itu membagikan dividen tunai senilai Rp145 per saham atau setara 56,9% dari total laba bersih yang sebesar Rp31,42 triliun.
Selanjutnya untuk tahun buku 2022, perseroan memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp25,3 triliun atau setara 62,1% dari laba bersih perseroan pada tahun buku 2022 yang mencapai Rp40,7 triliun.
Tahun berikutnya, BCA menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp270 per saham atau dengan total Rp33,28 triliun atau 68,4% dari laba yang dihasilkan. Nilai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp42,5 per saham atau setara Rp5,23 triliun yang telah dibayarkan kepada para pemegang saham pada Desember 2023.
Sementara itu, BCA menetapkan total dividen sebesar Rp300 per saham untuk tahun buku 2024. Angka tersebut mencakup dividen interim Rp50 per saham yang telah dibayarkan sebelumnya, sehingga sisa dividen yang dibagikan pada 2025 sebesar Rp250 per saham dengan total mencapai Rp36,98 triliun atau 67,4% dari laba.





