Jakarta, CNBC Indonesia - Ilmuwan menemukan cara baru yang berpotensi membantu pemulihan setelah serangan jantung hanya dengan satu suntikan.
Penelitian terbaru menunjukkan suntikan tersebut mampu memicu tubuh memproduksi hormon pelindung jantung selama beberapa minggu, sehingga membantu proses pemulihan pasien secara lebih aman dan efektif.
Suntikan baru ini memberikan "instruksi sementara" kepada tubuh, mirip dengan teknologi yang digunakan dalam beberapa vaksin modern.
Suntikan itu memberi tahu sel otot untuk memproduksi lebih banyak ANP dalam waktu singkat. Hormon tersebut kemudian mengalir melalui aliran darah menuju jantung, tempat ia dapat membantu mengurangi tekanan dan mendukung perbaikan jaringan.
"Ini tentang membantu jantung memanfaatkan mekanisme penyembuhan alaminya sendiri," kata Ke Huang, asisten profesor di Texas A&M University's Irma Lerma Rangel College of Pharmacy sekaligus salah satu penulis penelitian, dikutip dari Futurity, Rabu (11/3/2026).
- AS Mulai Kewalahan Lawan Iran, Pakar Rusia Ungkap Blunder Trump
- Jantung Informasi Israel Dihantam Rudal Lebanon
- Pemimpin Tertinggi Baru Iran Kena Rudal Israel-AS, Begini Kondisinya
Ia menjelaskan pendekatan ini dirancang agar terapi bekerja selaras dengan mekanisme alami tubuh.
"Kami mencoba memberikan pasien pengobatan yang bekerja bersama tubuh, bukan melawannya. Dan gagasan bahwa satu suntikan dapat memberikan dukungan selama berminggu-minggu sangat menarik," imbuhnya.
Dalam kondisi normal, tubuh sebenarnya sudah memproduksi hormon ANP sebagai respons terhadap stres pada jantung. Namun jumlahnya sangat kecil sehingga tidak cukup membantu proses pemulihan secara signifikan.
Melalui teknologi baru ini, para peneliti memanfaatkan metode self-amplifying RNA (saRNA).
saRNA mengirimkan instruksi sementara ke dalam sel. Instruksi tersebut memungkinkan sel membuat lebih banyak salinan dari instruksi itu untuk waktu singkat.
Karena instruksi tersebut dapat menggandakan dirinya sendiri secara sementara, tubuh dapat memperoleh manfaat yang bertahan lebih lama tanpa memerlukan dosis besar seperti yang biasanya dibutuhkan dalam terapi RNA tradisional.
"Ini pada dasarnya adalah dorongan tambahan bagi sistem pertahanan jantung itu sendiri," kata Huang.
"Tubuh sebenarnya sudah menggunakan ANP sebagai alat perlindungan. Kami hanya membantu tubuh memproduksi cukup banyak agar memberikan dampak selama periode penyembuhan yang kritis," imbuhnya.
Teknologi ini memberi cara yang lebih efisien untuk membantu tubuh memproduksi apa yang dibutuhkan, pada saat yang tepat.
(fab/fab) Add as a preferred
source on Google



