Korea Utara, VIVA – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali memimpin uji tembak rudal jelajah strategis dari kapal perusak Choe Hyon pada Rabu 11 Maret 2026 waktu setempat. Tak sendiri dalam acara tersebbut Kim Jong Un juga terlihat ditemani putrinya, Kim Ju Ae.
Acara tersebut cukup menarik perhatian publik terutama saat melihat ekspresi Kim Ju Ae saat uji coba tersebut. Dalam video yang diunggah terlihaat Kim Ju Ae mengangkat tangannya dan menggengamnya seolah mengambarkan kegembiraannya atas suksesnya uji coba itu.
Untuk diketahui, Kim mengamati uji coba tersebut melalui video pada Selasa, menekankan pentingnya mempertahankan dan memperkuat penangkal perang nuklir yang kuat dan dapat diandalkan, menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA).
Korea Utara sebelumnya melakukan uji tembak rudal jelajah strategis serupa dari kapal perusak yang sama pekan lalu menjelang pengoperasian kapal tersebut. Penyebutan kata strategis oleh Pyongyang menunjukkan bahwa senjata ini kemungkinan memiliki kemampuan nuklir.
Uji tembak terbaru dilakukan bersamaan dengan dimulainya latihan militer gabungan Freedom Shield oleh Seoul dan Washington pada Senin, yang berlangsung selama 11 hari. Korea Utara telah lama mengecam latihan gabungan sekutu ini sebagai simulasi invasi, meskipun pihak Korea Selatan dan Amerika Serikat menegaskan bahwa latihan bersifat defensif.
Menurut KCNA, rudal jelajah yang diluncurkan terbang sepanjang orbit di atas Laut Kuning selama 10.116 hingga 10.138 detik dan berhasil mengenai target yang ditentukan.
“Komponen-komponen penangkal perang kami kini sedang dimasukkan ke dalam sistem operasional yang sangat canggih secara efektif dan dipercepat secara berkelanjutan, dan kekuatan nuklir negara telah beralih ke fase operasi multifaset,” kata Kim, dikutip KCNA.
Pemimpin Korea Utara itu menyatakan puas karena uji coba tersebut membuktikan keandalan sistem kontrol terintegrasi nasional untuk senjata strategis dan keunggulan sistem tempur terintegrasi kapal perusak.
Ia juga menekankan perlunya meninjau efisiensi militer dari meriam otomatis laut yang dipasang di kapal perang dan menetapkan tugas untuk memperkuat kekuatan angkatan laut, menurut KCNA.
“Lebih menguntungkan untuk meningkatkan kemampuan anti-kapal dan serangan strategis… dengan memasang meriam otomatis laut pada kapal cepat di bawah 3.000 ton, dan nantinya menambahkan sistem senjata supersonik sebagai pengganti meriam tersebut pada kapal perusak 5.000 ton hingga 8.000 ton,” kata Kim.





