Grid.ID - Insanul Fahmi kini digugat cerai Wardatina Mawa. Sang pengusaha memilih ikhlas hadapi kenyataan di dalam rumah tangganya.
Rumah tangga Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi kini bak berada di ujung tanduk. Mahligai kehidupan pernikahan sudah tidak bisa berlanjut lagi.
Diketahui, Wardatina Mawa telah melayangkan gugatan cerai pada Insanul Fahmi ke Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan. Sidang perdana perceraian mereka telah digelar pada Rabu (11/3/2026).
Namun kedua belah pihak tidak menghadiri sidang perdana tersebut. Pihak Wardatina Mawa hanya diwakili oleh kuasa hukumnya.
Insanul Fahmi Pilih Ikhlas Hadapi Perceraian
Meski sempat berupaya untuk mempertahankan rumah tangganya, Insanul kini lebih memilih untuk ikhlas. Sikap ini diambil lantaran berbagai usahanya tidak membuahkan hasil yang berarti.
"Sekarang aku udah jauh lebih ikhlas aja sih, yang penting kan udah ikhtiar ya kan," ujar Insan, dikutip dari Tribun Seleb.
"Semua usaha sudah diupayakan gitu kan, tapi kalau makin dikejar makin gimana gitu," sambungnya.
Suami siri Inara Rusli itu kini memilih untuk menghargai keputusan Mawa. Ia juga tidak ingin memaksakan kehendaknya untuk melanjutkan rumah tangga yang sudah dibina sejak tahun 2019 itu.
"Jadi ya sekarang kita konsepnya lebih ke kalau mau ayo, kalau enggak mau ya udah, gitu aja sih," ucapnya.
"Yang penting sudah berusaha mengoptimalkan semuanya yang kita bisa, misalnya ternyata di ujungnya qadarullah memang tidak sesuai dengan ekspektasi kita, berarti ya sudah itu yang terbaik," tukasnya.
Memilih untuk menghadapi segala kenyataan yang ada, Insanul Fahmi ikhlas digugat cerai Wardatina Mawa. Selain itu, ia juga tidak menyesal setelah berbagai upanaya untuk mempertahankan rumah tangga tak membuahkan hasil.
Ungkapan Hati Mawa di Tengah Proses Cerai
Belum lama ini melalui unggahan Instagram @wardatinamawa, ia menyinggung soal rasa bahagia ketika seseorang bisa mencintai dirinya sendiri. Ia juga mengaku sebelumnya, dirinya lebih memikirkan orang lain dibanding dirinya sendiri.
"Ternyata menyenangkan juga ya, ketika kita sudah mulai benar-benar mencintai diri sendiri."
"Dulu rasanya sering sekali memikirkan banyak hal, mencoba menyenangkan semua orang, dan kadang lupa kalau diri sendiri juga butuh dijaga.
Tapi setelah melewati banyak hal, kita jadi belajar... bahwa tidak semua hal harus dipaksakan. Tidak semua orang harus selalu ada. Dan gapapa kalau sesekali kita memilih diri sendiri," lanjutnya.
Kini, Wardatina Mawa merasa lebih tenang setelah bisa menghargai dirinya sendiri. Semua proses sulit yang telah ia lewati akan ia jadikan pengalaman serta pelajaran berharga.
"Sekarang rasanya lebih tenang. Lebih bisa menerima diri apa adanya, lebih menghargai proses yang sudah dilewati, dan tidak lagi terlalu keras pada diri sendiri," bebernya.
"Ternyata mencintai diri sendiri itu bukan hal yang rumit. Cukup belajar menerima, menjaga hati, dan tetap berjalan pelan-pelan ke arah yang lebih baik. Bismillah yah," tutup Mawa. (*)
Artikel Asli




