Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Peningkatan kasus campak di Sydney diduga bersumber dari pelancong yang baru pulang dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
  • Sejak awal tahun 2026, tercatat 26 kasus campak di Sydney, mengindikasikan penularan mulai terjadi di komunitas lokal.
  • Otoritas kesehatan menekankan vaksinasi merupakan pencegahan paling efektif menghadapi potensi penyebaran campak yang meluas.

Suara.com - Wabah campak yang tengah meningkat di Sydney, Australia, diduga berkaitan dengan pelancong yang baru kembali dari kawasan Asia Tenggara.

Otoritas kesehatan setempat memperingatkan penularan kini mulai terjadi di dalam komunitas dan berpotensi terus bertambah.

Laporan dari NSW Health menyebut lebih dari setengah kasus campak dalam setahun terakhir berasal dari orang yang melakukan perjalanan ke negara-negara Asia Tenggara.

Kawasan tersebut termasuk Indonesia yang menjadi salah satu tujuan wisata populer warga Australia.

Sejak 1 Januari 2026, tercatat 26 kasus campak di Sydney, dengan dua kasus terbaru dikonfirmasi pekan ini.

Salah satu infeksi terjadi secara lokal, sementara sumber penularan lainnya masih belum diketahui.

Beda Ruam Campak dan Cacar. (Freepik)

“Kemungkinan virus campak sudah beredar di masyarakat, dan ada orang yang terpapar tanpa menyadarinya,” kata NSW Health seperti dikutip dari 9news.

Otoritas juga mengungkap sejumlah lokasi paparan baru, termasuk restoran, pusat kesehatan, dan area publik di wilayah Northern Beaches dan Eastern Suburbs.

Pejabat kesehatan, Christine Selvey, menjelaskan gejala campak bisa muncul hingga 18 hari setelah terpapar.

Baca Juga: Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian

“Gejala awal biasanya demam, mata merah, pilek, dan batuk, kemudian diikuti ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh,” ujarnya.

Warga yang menghadiri acara Summer Dance Festival di Moore Park pada 7 Maret diminta memantau kondisi kesehatan hingga akhir bulan.

Pemerintah Australia khawatir penyebaran terjadi tanpa terdeteksi karena masa inkubasi yang cukup lama.

Otoritas kesehatan menegaskan vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak.

“Ini sangat penting terutama sebelum bepergian ke luar negeri, karena wabah campak sedang terjadi di beberapa wilayah dunia,” kata Selvey.

Kontributor: M.Faqih


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Menag Yaqut Berompi Oranye KPK: Saya Tak Pernah Terima Sepeser pun
• 42 menit lalukompas.tv
thumb
Pramono Serius Perbaiki Tanah Abang: Dulu Terkenal Nomor Satu se-Asia Tenggara
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bazar Ramadan, Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Disnaker Sumut Buka Posko Pengaduan THR Mulai Jumat, 13 Maret 2026
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Bayer Leverkusen vs Arsenal di 16 Besar Liga Champions
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.