Heboh! Timothee Chalamet Remehkan Opera

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

AKTOR Hollywood Timothee Chalamet tengah menjadi sasaran kritik tajam dari komunitas seni internasional. Pemeran utama Dune: Messiah ini memicu kontroversi setelah menyebut opera dan balet sebagai bentuk seni yang sudah tidak dipedulikan oleh masyarakat modern.

Alasan di Balik Pernyataan Kontroversial Timothee Chalamet

Komentar tersebut terlontar dalam acara Town Hall yang dipandu oleh Variety dan CNN di University of Texas, Februari 2026. Saat itu, Chalamet sedang berdiskusi dengan aktor senior Matthew McConaughey mengenai pentingnya menjaga kelestarian bioskop di era digital.

Namun, diskusi tersebut berubah menjadi panas ketika Chalamet membandingkan upaya pelestarian sinema dengan seni klasik. "Saya tidak ingin bekerja di bidang balet, atau opera, atau hal-hal di mana pesannya seolah-olah, 'Hei, tolong jaga agar hal ini tetap hidup, meskipun tidak ada lagi yang memedulikannya'," ungkap aktor berusia 30 tahun tersebut.

Baca juga : Sindiran Timothée Chalamet ke Dunia Opera Dibalas Elegan oleh Andrea Bocelli

Ia bahkan sempat berseloroh bahwa pernyataannya itu mungkin akan membuat popularitasnya sedikit menurun. "Saya baru saja kehilangan 14 sen pemirsa," tambahnya sambil tertawa, merujuk pada audiens opera yang dianggapnya kecil.

Respon Menohok dari Para Maestro Opera Dunia

Pernyataan "tak peduli" dari Chalamet langsung disambut dengan gelombang protes dari para praktisi seni. Konduktor legendaris Gustavo Dudamel menyatakan bahwa komentar Chalamet mencerminkan kurangnya pemahaman tentang sejarah seni.

"Sangat disayangkan, terkadang itu adalah sedikit ketidaktahuan. Sinema adalah hasil dari opera dan musik. Kita perlu membuka lebih banyak ruang bagi anak muda untuk terhubung dengan musik klasik, bukan malah menjauhkannya," ujar Dudamel.

Baca juga : Penari Balet NYC, Tiler Peck, Serang Balik Pernyataan Timothée Chalamet Soal Balet dan Opera

Penyanyi opera Isabel Leonard juga memberikan tanggapan yang tak kalah tajam. Ia menyebut bahwa meremehkan disiplin seni lain bukanlah ciri seniman sejati. "Hanya seniman yang merasa tidak aman yang perlu merendahkan seni lain yang justru bisa menginspirasi orang untuk memperlambat tempo hidup," tegasnya.

Sindiran Cerdas dari Rumah Opera

Alih-alih marah besar, beberapa institusi opera justru menggunakan momen ini untuk strategi pemasaran yang unik. Seattle Opera, misalnya, meluncurkan kode promosi khusus bertajuk "TIMOTHEE" yang memberikan diskon 14% untuk tiket pertunjukan Carmen.

Sementara itu, Paris Opera mengunggah video di media sosial yang menunjukkan adegan olahraga ping-pong dalam salah satu pementasan mereka, menyindir film terbaru Chalamet, Marty Supreme, yang bertemakan pemain tenis meja.

Kontroversi ini terjadi di saat yang cukup krusial bagi Chalamet, mengingat ia sedang dalam masa kampanye untuk penghargaan Oscar 2026. Banyak analis industri bertanya-tanya apakah blunder ini akan memengaruhi peluangnya untuk meraih piala bergengsi tersebut.

Pihak yang Merespons Inti Tanggapan Gustavo Dudamel Menyebut Chalamet kurang memahami sejarah seni. Seattle Opera Memberikan diskon tiket 14% dengan kode "TIMOTHEE". Isabel Leonard Menyebut tindakan meremehkan seni lain sebagai tanda seniman lemah.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan resmi Timothee Chalamet belum memberikan pernyataan tambahan untuk meredam kemarahan komunitas seni global tersebut. (Z-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Pemain Dewa United yang Bisa Memberi Efek Kejut Manila Digger di Leg 2 Perempat Final AFC Challenge League 2025/2026
• 3 jam lalubola.com
thumb
Panglima TNI Tetapkan Siaga 1 Dampak Perang Iran VS Israel-AS, DPR: Too Early | SATU MEJA
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Diungkap Iran, Begini Kondisi Terbaru Mojtaba Khamenei
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kereta Cepat Whoosh Beroperasi 62 Perjalanan per Hari saat Lebaran
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Profil Heeseung, Member ENHYPEN yang Hengkang dari Grup dan Siap Debut Solo
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.