Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut persoalan sampah di Jakarta telah menumpuk, bahkan volumenya setara dengan gedung lantai 17.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkap volume sampah yang menumpuk di Jakarta hampir mencapai 8.000 ton setiap hari.
“Kami tidak ingin ada masalah lagi. Kami ingin percepat [persoalan sampah]. Jakarta itu hampir 8.000 ton setiap hari sampah lho itu, sehingga sudah seperti gedung, berapa itu Bantargebang, 16 lantai, 17 lantai,” kata Zulhas dalam rakortas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (12/3/2026).
Untuk itu, ujar dia, pemerintah akan mempercepat proyek pembangunan pengolahan listrik tenaga sampah (PSEL) atau waste to energy sebagai solusi utama untuk mengatasi persoalan sampah yang telah masuk kategori darurat.
Dalam hal ini, pemerintah menargetkan persoalan sampah dapat ditangani dalam dua tahun ke depan melalui berbagai pendekatan, termasuk pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Selain melalui proyek waste to energy, pemerintah juga akan mendorong pengelolaan sampah langsung di sumbernya, seperti perkantoran, perumahan, sekolah, hingga pasar.
Baca Juga
- Danantara Diimbau Transparan Soal Mitra Proyek Pembangkit Sampah
- Longsor di TPST Bantargebang, Puncak Gunung Es Pengelolaan Sampah Jakarta
- Waste to Energy: Tak Sekadar Mengubah Sampah Menjadi Listrik
Namun, Zulhas menilai pengolahan sampah di tingkat rumah tangga membutuhkan waktu lebih lama karena berkaitan dengan perubahan perilaku masyarakat.
Adapun untuk mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah, pemerintah menggandeng berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional serta kampus, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB).
Di samping itu, Zulhas menuturkan Daya Anagata Nusantara (Danantara) juga telah meneken kontrak dengan mitra untuk proyek PSEL di Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta. Rencananya, groundbreaking tahap I akan mulai dilakukan pada Juni 2026.
Selanjutnya, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 14 proyek PSEL tambahan pada tahap kedua di berbagai kota, yakni Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, Tangerang, Kota Tangerang, Serang, hingga tiga lokasi di Jakarta.
Zulhas menjelaskan untuk Jakarta sendiri, proyek pengolahan sampah akan dilakukan di beberapa titik, termasuk kawasan Bantargebang, Tanjungan, dan Sunter.
Untuk di Bantargebang, fasilitas pengelolaan sampah melalui PSEL ditargetkan mampu memproses sekitar 3.000 ton sampah per hari, yang terdiri dari 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton dari timbunan lama.
Sementara itu, fasilitas di Tanjungan diproyeksikan mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari dengan luas lahan sekitar 8 hektare. Serta, fasilitas di kawasan Sunter yang berada dekat Jakarta International Stadium (JIS) dengan kapasitas lebih dari 2.000 ton sampah per hari.
“Dan janji kita akhir 2027, waste to energy sudah ada yang jalan, yang jadi. Awal 2028, 4 ini juga sudah jadi. Menyusul yang 12 ini yang terbaru kita harapkan pertengahan 2028,” pungkasnya.





