PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil mengevakuasi 19 perwira dari kawasan Timur Tengah. Sebanyak 11 perwira dievakuasi dari Basra, Irak, dan 8 dari Dubai, Uni Emirat Arab. Proses evakuasi dari Basra ke Jakarta memakan waktu hingga 14 hari karena penutupan beberapa bandara internasional, termasuk Kuwait City, Dubai, dan Doha.
“Geopolitik yang dinamis tentu berpengaruh bagi operasi kita di Irak. Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE (Pertamina Hulu Energi), Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat,” kata Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi dalam keterangan resminya, Kamis (12/3).
Sementara itu, Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha menegaskan keselamatan perwira menjadi prioritas utama perusahaan. PIEP disiplin menjalankan seluruh prosedur HSSE dan Business Continuity Plan (BCP), bekerja sama dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, dan otoritas terkait.
“Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” ungkapnya.
Evakuasi dilakukan dengan menempuh rute darat dari Basra ke perbatasan Safwan, Kuwait, lalu ke Dammam, Arab Saudi, sebelum melanjutkan perjalanan udara menuju Jeddah dan Indonesia. Sebagian tim tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026, sisanya pada 11 Maret 2026.
PIREP segera mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) begitu mendapat informasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain pemantauan intensif, tim juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI di Baghdad, Kuwait City, Riyadh, Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri untuk mengantisipasi dinamika keamanan.
Evakuasi cepat dan sigap ini diapresiasi oleh diaspora yang bekerja di perusahaan minyak lain, menegaskan komitmen Pertamina mengutamakan keselamatan pekerja. PIEP juga rutin menginformasikan kondisi perwira kepada keluarga melalui hotline 24 jam.
PIREP mengelola aset Pertamina di Irak sejak 2013, termasuk blok West Qurna-1 Field (WQ-1) dengan skema Technical Service Contract (TSC) hingga 2045. Saat ini PIREP memiliki 20 persen Participating Interest (PI) di blok WQ-1, bekerja sama dengan kontraktor utama Petrochina, Basra Oil Company, Itochu, dan OEC State Partner.





