RI-Jepang perkuat kerja sama energi bersih hingga rantai pasok global

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia memperkuat kemitraan strategis dengan Jepang untuk mendorong pengembangan industri, percepatan transisi energi, hingga penguatan rantai pasok global.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Jepang memiliki peran penting dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia.

“Dalam sektor otomotif, Jepang selama ini berperan penting dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga telah berkembang sebagai basis produksi otomotif yang mengekspor kendaraan ke lebih dari 70 negara,” ujar Airlangga.

Pihaknya juga mengapresiasi kontribusi investasi Jepang dalam pengembangan industri otomotif nasional.

Baca juga: PLN IP perkuat komitmen energi bersih melalui inovasi hidrogen

Ke depan, pemerintah akan terus menjaga iklim investasi melalui peningkatan daya saing industri komponen otomotif, terutama pada tier 2 dan tier 3.

Hal ini guna memperkuat rantai pasok industri sekaligus mendorong lahirnya merek otomotif berskala global.

Dalam pertemuan dengan Executive Acting Secretary-General dari Liberal Democratic Party Koichi Hagiuda di Tokyo, Rabu (11/3), Hagiuda menyampaikan dukungan terhadap langkah Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Pengembangan itu termasuk implementasi program biodiesel B40 serta rencana pengembangan E20 pada 2028.

Industri otomotif Jepang disebut siap menyesuaikan diri dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendukung agenda transisi energi di sektor transportasi.

Selain sektor otomotif, kerja sama kedua negara juga berkembang dalam pengembangan energi baru dan terbarukan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Sejumlah proyek telah mencapai tahap financial closing dan sedang berlanjut, di antaranya pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi Muara Laboh di Sumatera Barat, proyek waste-to-energy Legok Nangka di Jawa Barat, serta proyek pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara.

Lebih lanjut, kedua pihak turut membahas peluang kerja sama di sektor industri strategis ke depan, termasuk melalui peran Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC).

Baca juga: Pembangunan empat lokasi pembangkit listrik sampah mulai Juni 2026

Lembaga yang dibentuk oleh Sanae Takaichi tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi pengembangan sumber daya dan industri antara Jepang dan Indonesia.

Jepang juga melihat potensi besar Indonesia dalam memperkuat sektor economic security, termasuk dalam pengembangan rantai pasok industri teknologi seperti semikonduktor.

"Pertemuan Indonesia dan Jepang ini menegaskan semakin eratnya kemitraan kedua negara dalam mendukung pengembangan sektor-sektor strategis," kata Menko Airlangga

"Ke depan, kolaborasi keduanya diharapkan dapat terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta pengembangan industri yang semakin kompetitif," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Gelontorkan Rp 44 Triliun untuk MBG per 9 Maret
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
DPR Dorong Pemerintah Tak Batalkan Keberangkatan Jemaah Haji Meski Perang Iran
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tanggapi Protes Fans, Agensi Sebut Heeseung Keluar dari ENHYPEN Pendekatan yang Memuaskan
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
Muzani Ungkap Arahan Terbaru Prabowo soal Penanganan Bencana Sumatera
• 20 jam laludetik.com
thumb
Segini Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Barat, Cek Daftar Lengkap 27 Kabupaten dan Kota Sebelum Bayar
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.