Bisnis.com, JAKARTA — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah melaporkan gerak Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Bahlil menyebut selepas Lebaran, Satgas akan tancap gas menjalankan berbagai aksi transisi energi.
Bahlil mengatakan bahwa kemarin, Rabu (11/3/2026), Satgas telah menggelar rapat perdana di Kementerian ESDM, termasuk PLN. Kemudian, hari ini, Kamis (12/3/2026), Bahlil melaporkan terkait langkah-langkah yang akan dilakukan Satgas kepada Presiden Prabowo.
"Pasca hari raya bisa action," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (12/3/2026).
Langkah-langkah yang akan dijalankan di antaranya adalah pengalihan disel-disel di PLTU yang sebelumnya menggunakan energi solar, menjadi PLTS serta geothermal.
"Lokasinya tersebar di seluruh Indonesia, terutama pembangkit yang memakai solar," kata Bahlil.
Dia menjelaskan bahwa percepatan transisi energi dilakukan seiring dengan kondisi geopolitik yang memanas. Perang terjadi di Timur Tengah antara Iran dengan AS-Israel. Perang tersebut berdampak pada penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak global. Harga minyak pun melonjak.
Baca Juga
- Bahas BBM, LPG dan Pangan, Prabowo Panggil Bahlil hingga Amran ke Hambalang
"Karena dalam kondisi geopolitik perang ini kita tidak bisa memastikan energi kita ini seperti apa dalam konteks jangka panjang. Karena itu kita optimalkan seluruh potensi dalam negeri," katanya.
Adapun, Satgas dibentuk Presiden yang kemudian dipimpin oleh Bahlil selaku Menteri ESDM pada pekan lalu. Satgas ditujukan untuk bertugas merumuskan langkah-langkah teknis dan memastikan implementasi program energi bersih berjalan sesuai target pemerintah. Prabowo pun menargetkan implementasi sejumlah program energi bersih dapat berjalan maksimal dalam waktu 3-4 tahun.





