Bisnis.com, JAKARTA — Polri dan TNI menggelar apel pasukan terkait dengan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Monas, Jakarta pada Kamis (12/3/2026).
Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi, nampak pimpinan kedua instansi yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjadi pemimpin dalam gelar pasukan tersebut.
Terlihat berbagai jenis personel mulai dari Korlantas Polri, Brimob, Ditpolairud, Prajurit TNI hingga tim Pramuka disiagakan di lokasi. Selain itu, sejumlah kendaraan baik itu motor, mobil hingga helikopter ditempatkan juga di lokasi apel.
Kemudian, apel gelar pasukan ini dimulai dengan penyematan pin terhadap perwakilan TNI, Polri hingga Dishub. Setelah itu, Kapolri Sigit dan Panglima Agus memberikan arahan kepada peserta apel.
Sigit menjelaskan potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun 2026 mencapai 143,9 juta orang dan turun sebesar 1,75% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 146,4 juta orang.
Namun demikian, Sigit meminta agar personel operasi ketupat bisa tetap waspada untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Oleh sebab itu, dia meminta agar seluruh pasukan bisa bahu membahu hajat tahunan umat muslim di Indonesia ini.
Baca Juga
- Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Kapolri Minta TNI-Polri Solid
- Wakapolri Bakal Tindak Ormas yang Palak THR Lebaran ke Pengusaha
- Kapolri Blak-blakan Ungkap Alasan Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)
"Pada kesempatan ini perlu saya tekankan kembali bahwa keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas," ujar Sigit.
Dia mengungkap, secara total operasi ketupat yang digelar 13-25 Maret 2026 ini melibatkan 161.243 personel gabungan. Selain itu, Polri telah menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu.
"Sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara," imbuhnya.
Selain itu, untuk mendukung operasi ketupat, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengurai kepadatan saat mudik. Misalnya penerapan rekayasa lalu contra flow, one way maupun pengaturan di pelabuhan.
"Untuk itu pastikan masyarakat mengetahui seluruh informasi layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, hingga penerapan rekayasa lalu lintas," pungkas Sigit.
Selain itu, Panglima Agus dslam amanatnya meminta agar setiap personel yang ditugaskan harus bekerja secara optimal untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat.
"Dengan sinergi, kolaborasi, dan koordinasi yang baik, Operasi Ketupat tahun 2026 dapat dilaksanakan secara optimal," tutur Agus.
Setelah menyampaikan amanatnya, baik Sigit maupun Agus langsung berkeliling untuk mengecek setiap personel yang mengikuti apel operasi ketupat 2026.





