Ramalan Harga Minyak Usai Sempat Sentuh US$100 per Barel

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak mentah global diperkirakan masih berpotensi menguat hingga mencapai US$100 per barel sepanjang 2026 setelah tertekan sepanjang 2025 lalu.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (12/3/2026), harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei melonjak 9,3% menjadi US$100,54 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak April naik 8,7% ke level US$94,85 per barel.

Analis Research and Development ICDX Girta Putra Yoga menilai harga minyak mentah masih berpotensi kuat untuk melaju bullish hingga paruh kedua 2026.

Menurutnya, faktor geopolitik, kebijakan produksi OPEC+, hingga dinamika perang dagang diproyeksikan menjadi penentu utama arah pergerakan emas hitam pada tahun ini.

"Pada level resistance diproyeksikan akan berada di kisaran harga US$95-US$100 per barel, dan level support di kisaran harga US$80-US$75 per barel," ujarnya dikutip, Kamis (12/3/2026).

Penguatan harga minyak mentah global sudah terlihat pada awal 2026. Katalis pemicunya dimulai dari sentimen penegasan komitmen dari aliansi produsen OPEC yang menyatakan akan mempertahankan produksi sampai Desember 2026.

Selain itu, sejumlah perkembangan geopolitik juga memperkuat sentimen pasar. Mulai dari penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer AS, rencana Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark, hingga pecahnya konflik antara AS dan Iran.

"Sejumlah sentimen tersebut mendorong harga minyak mentah kembali naik hingga menyentuh level US$90 per barel pada awal Maret ini, dari sebelumnya di level US$57 per barel pada awal Januari 2026”, terangnya.

Baca Juga : Pertamina dan Essar Group Jajaki Kerja Sama Bangun Storage Minyak di Indonesia

Secara global, sejumlah lembaga juga memperkirakan harga minyak tetap berfluktuasi sepanjang tahun ini. Sebagian analis memproyeksikan harga minyak Brent rata-rata berada di kisaran US$60–US$64 per barel pada 2026, tergantung pada dinamika permintaan dan pasokan global.

Di sisi lain, OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia masih akan meningkat sekitar 1,4 juta barel per hari pada 2026, yang berpotensi menopang harga jika pertumbuhan pasokan tidak terlalu agresif.

Girta menyampaikan pada 2025 merupakan tahun yang menantang bagi komoditas minyak mentah. Laju harga rata-rata emas hitam ini mencatatkan penurunan sebesar lebih dari 21% ke level US$60 per barel pada akhir penutupan 2025, dibanding harga rata-rata pada awal tahun yang mencapai level US$77 per barel.

Pada paruh pertama 2025 harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar hampir 10%, dengan harga rata-rata diperdagangkan di kisaran level US$69 per barel. 

Baca Juga : AS Akan Lepas 172 Juta Barel Cadangan Minyak Daruratnya Demi Redam Lonjakan Harga

Pergerakan harga minyak mentah global dibayangi oleh tekanan dari perang tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap China serta beberapa mitra dagang utamanya seperti Kanada dan Meksiko.

Imbasnya, harga minyak mentah rata-rata terpantau bergerak bearish atau turun hingga menyentuh level US$62 per barel pada bulan Mei. Sebelum akhirnya kembali menguat pasca AS dan China menyepakati untuk melakukan jeda tarif selama 90 hari. 

Harga terus menguat hingga penutupan kuartal pertama didukung oleh sinyal eskalasi konflik di Timur Tengah pasca Israel melancarkan operasi rising lion ke Iran.

Namun, tren penguatan tersebut tidak bertahan lama. Memasuki pembukaan paruh kedua, ancaman tarif AS yang lebih tinggi meskipun sejumlah negara telah melakukan negosiasi dengan itikad baik, membuat laju minyak mentah kembali tertekan.

Selain itu, isyarat kelompok aliansi OPEC+ untuk meningkatkan produksi, dan dimulainya fase pertama gencatan senjata Gaza pada bulan Oktober lalu membuat harga minyak mentah global bergerak bearish sepanjang paruh kedua 2025. Harga rata-rata mengalami penurunan sebesar hampir 13%, dan diperdagangkan di kisaran level US$64 per barel.

WTI CRUDE OIL - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komdigi Sebut 70 Juta Anak akan Ditunda Mengakses Media Sosial
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kiamat Burung Menghantui Amerika
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Momentum Setahun Danantara, ASDP Bagikan 2.000 Paket Sekolah di Lampung
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Waspada! Campak Sudah Merebak ke Wilayah Penyangga Jakarta, Pramono Ingatkan Pentingnya Vaksin
• 47 menit laludisway.id
thumb
Prabowo: Krisis Adalah Batu Loncatan
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.