BTN Catat Laba Rp503 Miliar hingga Februari 2026, Ini Penopang Utamanya

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan tren positif pada awal 2026. Hingga Februari 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp503 miliar (bank only) atau melonjak 281,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp132 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan di situs resmi perseroan, peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp4,59 triliun hingga Februari 2026 atau tumbuh 11,7 persen yoy. Pada saat yang sama, BTN juga berhasil menekan beban bunga menjadi Rp2,19 triliun atau turun 14,4 persen yoy.

Strategi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BTN meningkat signifikan menjadi Rp2,39 triliun, naik 54,7 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,55 triliun.

Dari sisi operasional, BTN juga mencatatkan laba operasional sebesar Rp636 miliar, meningkat 219,3 persen yoy dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp199 miliar. Peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam mengelola biaya serta memperkuat fundamental bisnis.
 

Baca Juga :

Laba Bersih BTN Meroket 578% per Januari 2026, Ini Pemicunya



Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.
  Penyaluran kredit tumbuh 8,6%
Pertumbuhan kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan fungsi intermediasi perseroan. Hingga Februari 2026, penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp341,16 triliun atau tumbuh 8,6 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp314,09 triliun.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan bunga perseroan pada awal tahun ini. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan posisi Rp375,28 triliun atau meningkat 13,2 persen yoy dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp331,63 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat, total aset BTN tercatat meningkat 12,2 persen yoy menjadi Rp459,29 triliun per Februari 2026, dibandingkan posisi Februari 2025 sebesar Rp409,36 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan fundamental bisnis perseroan yang semakin kuat di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sebelumnya optimistis kinerja perseroan akan terus meningkat sepanjang tahun ini seiring dengan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan. Optimisme tersebut didukung penguatan strategi beyond KPR, pengembangan superapps, serta inovasi di berbagai lini bisnis.

"Kami optimistis kinerja tahun ini akan terus bertumbuh seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan layanan kepada masyarakat," ujar Nixon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KLB Campak di NTB, Pemprov Gelar Imunisasi Darurat di 3 Daerah
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arus Mudik 2026: Ada 20 Pos Kesehatan di Jalur Pantura dan Tol, Cek Titiknya
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Menhut: Prabowo Bentuk Satgas Pengelolaan Taman Nasional, Diketuai Hashim
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Start buruk jadi sebab Rajawali Medan kalah telak lawan Pelita Jaya
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Rapat Paripurna DPR Setujui 5 Anggota Dewan Komisioner OJK 2026–2031
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.