FAJAR, MAKASSAR — Film keluarga terbaru “Na Willa” akan tayang lebih dulu di 22 kota di Indonesia pada Minggu, 15 Maret 2026. Program bertajuk “Nonton Duluan Na Willa” ini digelar sebelum penayangan resmi film tersebut di bioskop.
Film produksi Visinema Studios ini sebelumnya telah mendapat sambutan hangat melalui rangkaian special screening yang dihadiri para orang tua, anak-anak hingga para sinefil.
Antusiasme penonton terhadap film ini terlihat sangat tinggi. Tiket program nonton duluan di Jakarta bahkan sudah sold out, sementara penjualan di Bandung dan Depok juga dilaporkan hampir habis.
Respons positif juga datang dari para penonton yang telah menyaksikan film tersebut lebih awal. Banyak yang merekomendasikan Na Willa sebagai film keluarga yang menghadirkan rasa bahagia, fun, dan hangat untuk ditonton bersama.
Sebagai film keluarga, Na Willa tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga menghadirkan kedalaman emosional yang bisa dirasakan oleh penonton dari berbagai usia.
“Masuk dunia Na Willa, best banget sih. Hatiku penuh banget, kayak dipeluk. Sepanjang nonton senyum,” kata reviewer film @cinemuach usai menyaksikan special screening.
Ulasan positif juga datang dari akun review film @WatchmendID.
“Bagian parenting-nya relate banget, meski set-nya di tahun ‘60-an tapi masih sangat terasa buat orang-orang yang nonton dan hidup di masa sekarang,” tulisnya.
Sutradara film Na Willa, Ryan Adriandhy, mengaku bahagia melihat respons hangat dari para penonton yang sudah lebih dulu menyaksikan film tersebut.
“Teman-teman yang berkesempatan nonton film Na Willa duluan lewat undangan exclusive screening telah mengutarakan ulasan dan perasaan mereka atas film kami. Dan hati kami tidak bisa lebih hangat lagi. Terima kasih banyak. Mari ikut memasuki dunia Na Willa yang akan membuatmu merasa jadi anak-anak lagi,” ujarnya.
Film ini berkisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi yang percaya bahwa gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia yang penuh keajaiban.
Namun ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya perlahan berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan, tanpa harus kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasi.
Lewat kisah tersebut, film Na Willa mengajak penonton melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak—penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu—sekaligus menghadirkan kehangatan tentang keluarga dan masa kecil. (wis)





