Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengklaim bahwa AS telah memenangkan perang dengan Iran, meski ia mengaku bahwa pihaknya belum selesai melakukan operasi militernya tersebut. Karenanya, Trump ngotot akan tetap melanjutkan operasi militernya hingga selesai.
“Kami tidak akan pergi sampai pekerjaan itu selesai. Dan itu akan sangat cepat. Akan sangat cepat,” kata Trump seperti dikutip Anadolu, Kamis (12/3/2026).
Trump mengaku AS telah melenyapkan sebanyak 58 kapal laut Iran. Menurutnya capaian tersebut telah mencapai kesuksesan besar, tetapi ia memilih untuk tidak melayangkan kata menang terlalu dini.
“Kita menang. Biar kukatakan, kita menang. Kau tahu, kita tidak pernah suka mengatakan terlalu cepat bahwa kita menang. Kita menang. Kita memenangkan taruhan—dalam satu jam pertama, semuanya sudah berakhir,” ucapnya.
Dia menegaskan kembali bahwa AS juga melakukan sebuah ekspedisi untuk menyingkirkan pihak yang dianggapnya sebagai musuh, seraya menambahkan bahwa Iran “sudah siap sepenuhnya”.
“Tahukah Anda apa arti sebuah ekspedisi? Kami harus melakukan perjalanan singkat untuk menyingkirkan beberapa orang jahat, sangat jahat. Seharusnya ini sudah dilakukan selama 47 tahun. Mereka telah membunuh rakyat kami,” katanya.
Dalam pernyataannya Trump juga menyebut Iran akan menguasai kawasan Timur Tengah. Tetapi sebelum itu terjadi, AS telah lebih dulu mencoba menggagalkan operasi tersebut dengan realisasi perang yang dilayangkan pihaknya.
“Mereka sangat kuat, Anda tahu. Mereka akan mencoba menguasai seluruh Timur Tengah. Mereka akan mengalahkan Israel. Mereka tidak tahu apa yang menimpa mereka, kan? Mereka tidak tahu bahwa mereka telah diserang oleh militer Amerika. Mereka tidak mengharapkan hal seperti ini,” katanya.
Lebih lanjut, Trump menambahkan bahwa AS tidak akan menyerah lebih awal dan bersiap menyelesaikan operasi militer yang selama ini sudah digencarkannya.
“Kita tidak ingin pergi lebih awal, kan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini. Selama 11 hari terakhir, militer kita praktis telah menghancurkan Iran, negara yang tangguh,” tambahnya.(mar/bil/ham)



