Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kesalahan kalkulasi Gedung Putih menyebabkan respons Iran melumpuhkan Selat Hormuz, memicu kenaikan harga minyak dunia.
  • Iran merespons serangan 28 Februari dengan agresi intensif, mengejutkan Pentagon karena tidak diantisipasi secara matang.
  • Perang singkat tersebut menghabiskan amunisi AS senilai miliaran dolar, menimbulkan krisis logistik dan ketidakpastian ekonomi global.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintahannya kini menyesal karena meremehkan Iran, sehingga biaya peperangan yang harus ditanggung terus merangkak naik menunju krisis ekonomi berkepanjangan.

Laporan investigasi The New York Times mengungkapkan, Trump telah melakukan kesalahan perhitungan yang fatal mengenai bagaimana Teheran akan bereaksi terhadap agresi militer yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Alih-alih menyerah atau memberikan respons terbatas, Iran justru melancarkan serangan balasan yang melumpuhkan jalur perdagangan energi dunia.

Saat ini, Selat Hormuz—arteri paling vital bagi pasokan minyak global—tetap hampir tidak dapat dilalui, memicu lonjakan harga minyak mentah ke level yang mengkhawatirkan dan mengguncang pasar keuangan dari New York hingga Jakarta.

Kesalahan Kalkulasi Gedung Putih

Menurut laporan yang mengutip beberapa sumber anonim di internal pemerintahan, Trump dan para penasihat seniornya awalnya percaya bahwa agresi tanpa provokasi ini hanya akan menimbulkan gejolak singkat.

Mereka merujuk pada pola perang 12 hari pada Juni tahun lalu, di mana harga minyak naik sebentar sebelum akhirnya stabil kembali.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Gedung Putih terbukti gagal menganggap serius ancaman Teheran untuk menutup Selat Hormuz.

Dampaknya terasa instan: pengiriman komersial terhenti total di Teluk Persia, memaksa pemerintahan Trump memutar otak untuk meredam kenaikan harga bensin yang kini mulai membebani warga Amerika di pompa-pompa bensin.

Baca Juga: Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada

“Ini adalah contoh kesalahan fatal penilaian Trump serta barisan penasihatnya soal bagaimana Iran bakal merespons peperangan yang dianggap Teheran sebagai ancaman eksistensial. Mereka justru merespons secara agresif ketimbang perang 12 hari tahun 2025," demikian laporan NY Times, dikutip hari Kamis (12/3/2026).

Respons Ganas Iran Mengejutkan Pentagon

Keberanian Iran dalam melakukan serangan balik ini nampaknya tidak diantisipasi secara matang oleh petinggi militer AS.

Menteri Perang Pete Hegseth mengakui skala dan intensitas balasan Iran, terutama serangan langsung ke pangkalan-pangkalan militer AS, cukup mengejutkan pihak Pentagon.

“Saya tak bisa mengatakan bahwa sudah mengantisipasi apa reaksi mereka (Iran). Tapi, kami memang tahu ada kemungkinan itu (balasan agresif Iran)," kata Hegseth.

Ketidaksiapan ini juga terungkap dalam sesi pengarahan tertutup dengan para anggota parlemen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Duduk Perkara Lengkap Kasus Kuota Haji Eks Menag Yaqut: Kongkalikong Cari Untung
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Safari Ramadan PSI, Kaesang Minta Wejangan dari KH Yasin Nawawi di Bantul
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Telepon Pangeran MBS Arab Saudi Bahas Timur Tengah
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mau Mudik Pakai Motor Listrik? Nih Triknya!
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Kostum Panggung hingga Lukisan Dilelang, Fariz RM Sumbangkan Hasilnya ke Panti Asuhan
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.