TABLOIDBINTANG.COM - Musisi senior Fariz RM memanfaatkan momen Ramadan untuk berbagi dengan anak-anak yatim. Penyanyi berusia 66 tahun itu menyerahkan bantuan ke panti asuhan di Jakarta Selatan yang dananya berasal dari hasil lelang barang memorabilia miliknya.
Kegiatan sosial tersebut dilakukan Fariz bersama kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, dengan mengunjungi Panti Asuhan 1999 di kawasan Tebet pada Kamis (12/3). Bantuan yang diberikan berupa dana yang sebelumnya berhasil dikumpulkan melalui kegiatan lelang barang pribadi milik sang musisi.
Deolipa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda santunan Ramadan yang dirancang Fariz setelah menggelar acara syukuran beberapa waktu lalu.
"Agendanya Bapak Fariz RM akan memberikan santunan kepada anak-anak yatim, untuk dibagi-bagi kepada anak yatim berupa dana ya. Nah, dana ini adalah uang yang dihasilkan dari acara kemarin tuh, di mana ada lelang," kata Deolipa.
Ia menambahkan, barang yang dilelang merupakan jaket memorabilia milik Fariz yang memiliki nilai historis dalam perjalanan karier musiknya. Hasil lelang itu kemudian dikumpulkan untuk disalurkan kepada anak-anak panti asuhan.
"Iya, lelang jaket memorabilia Fariz RM. Jadi sehingga ada dana, dan uangnya itu mau dikumpulkan, mau diserahkan ke panti asuhan oleh Bapak Fariz. Ada dua panti, pertama di sini, di Tebet, kedua yang di Kalibata," Deolipa Yumara menambahkan.
Fariz mengungkapkan bahwa ide penggalangan dana melalui lelang tersebut berasal dari gagasannya sendiri. Ia menawarkan sejumlah benda yang memiliki nilai kenangan dalam perjalanan kariernya sebagai musisi profesional.
"Saat itu saya mengusulkan ke teman-teman, saya mau melelang beberapa memorabilia historis dari perjalanan karier saya sebagai pemusik profesional. Hasilnya akan saya sisihkan untuk anak yatim dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Jadi ada dua pakaian, dua kostum pentas saya dan satu lukisan. Kebetulan saya melukis," jelas Fariz RM.
Menurut Fariz, kostum yang dilelang bukan sekadar pakaian panggung biasa. Salah satunya merupakan jaket hasil desainnya sendiri yang pernah dipakai saat tampil di ajang penghargaan musik bergengsi pada akhir 1980-an.
"Jaket itu istimewanya adalah dua-duanya desain saya pribadi dan keduanya punya nilai historis. Karena pertama, saya buat itu bersama seniman Bali yang kemudian saya bawa, saya pentaskan waktu saya pentas di BASF Awards tahun 1989-1990 ya," kenangnya.
Kedekatan Fariz dengan kegiatan sosial, khususnya dengan anak-anak panti asuhan, menurutnya sudah terbentuk sejak kecil. Ia mengaku sejak dini dididik keluarganya untuk tidak melupakan kebiasaan berbagi kepada sesama.
"Saya cukup dekat dengan panti asuhan. Dari kecil saya memang sudah diajarkan oleh keluarga untuk selalu berbagi, karena rezeki dari Allah, jadi selalu berbagi lah," tuturnya.
Fariz tidak membeberkan jumlah dana yang berhasil dikumpulkan dari lelang tersebut. Meski demikian, ia mengaku bersyukur bisa menyalurkan bantuan dan berharap kebahagiaan yang dirasakan anak-anak panti juga dirasakan banyak orang.
Usai mengunjungi panti asuhan di Tebet, Fariz bersama Deolipa melanjutkan kegiatan serupa ke lokasi kedua, yakni Panti Asuhan Mizan di Kalibata, Jakarta Selatan.




