Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat kinerja industri asuransi umum kembali pulih pada 2025 setelah mengalami kerugian pada 2024. Pemulihan tersebut tercermin dari meningkatnya premi, hasil underwriting, hingga laba industri.
Wakil Ketua Bidang Teknik 5 AAUI Diwe Novara mengatakan pada 2024 industri asuransi umum sempat mengalami kerugian untuk pertama kalinya secara industri meskipun produksi premi mencapai Rp119 triliun.
“Di tahun 2024, produksi klaim di industri asuransi umum itu sebesar Rp119 triliun, tapi celakanya adalah laba kita itu minus Rp8,9 triliun,” kata Diwe dalam acara Update Perkembangan Industri Asuransi Indonesia Jelang Pemberlakuan Penjaminan Polis oleh LPS di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Memasuki 2025, kinerja industri mulai menunjukkan pemulihan. Total premi yang dihimpun industri asuransi umum mencapai Rp120 triliun atau tumbuh sekitar 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, premi neto industri juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, premi neto tercatat sebesar Rp70 triliun, naik dibandingkan 2024 yang sebesar Rp42 triliun.
“Jumlah premi neto itu Rp70 triliun, cukup signifikan naik dibandingkan dengan premi neto tahun 2024 yang ada sebesar Rp42 triliun,” ujarnya.
Peningkatan premi tersebut turut mendorong perbaikan kinerja operasional perusahaan asuransi umum, terutama dari sisi hasil underwriting.
Diwe mengatakan perbaikan tersebut akhirnya berdampak pada peningkatan laba industri setelah pajak pada tahun lalu.
“Namun alhamdulillahnya di tahun 2025, hasil underwriting naik, kemudian laba setelah pajak itu sebesar Rp15,8 triliun,” katanya.
Selain asuransi umum, sektor reasuransi juga menunjukkan perbaikan kinerja pada periode yang sama. Setelah mengalami kerugian pada 2024, perusahaan reasuransi kembali mencatatkan laba pada 2025.
“Perusahaan reasuransi juga di tahun 2025, setelah rugi di tahun 2024, kita bisa bangkit. Untuk perusahaan reasuransi umum juga mencatatkan laba sebesar Rp738 miliar,” ujar Diwe.
Menurut Diwe, pemulihan kinerja industri asuransi tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk regulator serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam penguatan sektor asuransi nasional.
“Terima kasih atas doanya dan juga semua bantuannya dari pihak regulator maupun dari semua stakeholders sehingga kita bisa bangkit di tahun 2025,” katanya.





