Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Ia menekankan bahwa negara harus hadir untuk memastikan masyarakat dapat tinggal di rumah yang layak.
"Jangan ada rumah yang seperti ini lagi. Negara harus hadir membantu rakyat agar bisa tinggal di rumah yang layak," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, cakupan program BSPS pada tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu program tersebut menjangkau sekitar 45 ribu rumah, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi sekitar 400 ribu rumah di seluruh Indonesia.
Menurut Maruarar, peningkatan jumlah bantuan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain memperluas cakupan program, Maruarar juga menegaskan pentingnya pelaksanaan BSPS secara transparan dan bebas dari praktik korupsi maupun pungutan liar.
Kemudian, ia meminta para penerima bantuan memahami sistem Pemilihan Toko Terbuka dalam program tersebut, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui hasil akhir, tetapi juga memahami prosesnya.
"Bapak ibu penerima bantuan harus tahu sistem Pemilihan Toko Terbuka ini, bukan hanya tahu hasil akhirnya dan tidak boleh ada korupsi. Kalau ada pungli, rekam saja dan laporkan, pasti akan kita usut," tegasnya.
Lebih lanjut, Maruarar juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik kongkalikong antara pelaksana di lapangan dengan toko bangunan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
"Jangan sampai ada kerja sama dengan toko untuk dapat komisi. Kalau seperti itu terjadi, akan kita proses secara hukum," ucapnya.
Ia pun menitipkan kepada pemerintah daerah di Majalengka agar program BSPS dijalankan sesuai aturan serta tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Editor: Redaksi TVRINews





