PPLI & LAZNAS Al-Azhar Kritik Penggunaan Detergen dengan Busa Melimpah

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Laboratorium Manager PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Muhamad Yusuf Firdaus, menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan detergen dengan busa melimpah.

Menurut Yusuf, tumpukan busa di aliran sungai dapat menghalangi sinar matahari dan oksigen masuk ke dalam air.

BACA JUGA: Waduh! Ada Wacana Penerapan Cukai BBM hingga Detergen

Hal itu dia katakan dalam acara "Ngopling" (Ngobrol Peduli Lingkungan) bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan di Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3).

"Untuk mencuci kadang ibu-ibu suka detergen yang busanya melimpah. Padahal busa ini jadi masalah, kalau menumpuk terus ujung-ujungnya sinar matahari tidak bisa masuk ke sungai,” ucap Yusuf.

BACA JUGA: Hindari Detergen Mengandung Minyak Bumi, Ini Alasannya

“Oksigen tidak dapat masuk, biota air di sungai terganggu dan lama-lama dia mati lalu terjadi pendangkalan," lanjutnya.

Dia juga menyentil perilaku sebagian masyarakat yang masih boros dalam penggunaan air bersih termasuk saat berwudu.

BACA JUGA: Promo JSM Indomaret, Minyak Goreng hingga Detergen Diskon, Murah Banget

"Wudhu juga jadi persoalan. Kadang saat wudhu krannya dibuka maksimal. Padahal ini wudhu, bukan mandi,” tutur Yusuf.

Untuk itu, Yusuf berharap semangat menjaga kelestarian lingkungan, termasuk penghematan air, disisipkan dalam forum umat seperti pengajian.

“Menjaga kualitas air bisa menjadi ladang pahala, karena air adalah sumber kehidupan," pungkasnya.

Senada dengan itu, Supervisor Environmental Database and Program PPLI Irfan Maulana memaparkan data yang cukup mengejutkan.

“Rata-rata penggunaan air tiap wudhu per orang mencapai 2,9 hingga 5 liter. Padahal secara sunnah, wudhu hanya membutuhkan 0,5 hingga 0,7 liter air, atau setara dengan satu botol air minum kemasan,” jelas Irfan.

Sebagai wujud komitmen nyata, semangat yang sama juga diusung PPLI dalam operasional bisnisnya.

Sejak 2025, PPLI yang tergabung dalam jaringan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) telah mengelola kurang lebih 225 ribu meter kubik limbah yang berasal dari customernya.

Pengolahan limbah menggunakan tiga metode, yakni secara kimiawi dan fisika atau physical chemical treatment.

Kemudian evaporator, yakni pemekatan air untuk mengurangi total dissolved solids yang terkandung di air limbah, lalu dengan Teknik biologis menggunakan bakteri aktif untuk mengurangi kadar tercemar.

Dari air hasil pengelolaan limbah itu, sebagian digunakan lagi untuk proses di PPLI misalnya untuk mencuci kendaraan pengangkut atau pencucian kemasan.

“Kurang lebih selama 3 tahun ke belakang saja PPLI sudah bisa memanfaatkan sekitar 99 ribu meter kubik air yang seharusnya dibuang,” sebut Irfan.

Di tempat yang sama, Direktur LAZNAS Al-Azhar Iwan Rahman menuturkan persoalan boros air di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor kultur dan ketersediaan sumber daya yang melimpah.

Dia membandingkan perilaku jamaah saat umrah yang bisa berhemat air, tapi kembali jor-joran ketika di tanah air.

“Sebagai negara yang air tanahnya melimpah, kita tidak pernah merasakan panasnya gurun. Sehingga mengkonsumsi air dalam jumlah besar seolah hal biasa,” ujar Iwan.

“Desain kran di masjid-masjid kita juga mayoritas mengeluarkan debit air yang terlalu besar," sambungnya.

Oleh karena itu, dia mendorong implementasi konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) berbasis masjid atau klaster pemukiman. (mcr4/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Terkini Perang Iran, Israel Makin Hancur Hingga Ledakan di Mana-mana
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Kapolri Wanti-wanti Pemudik: Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Info Penting untuk Calon Jemaah, Ada Skenario Terbaru Opsi Pengalihan Rute Haji
• 16 jam laludisway.id
thumb
Kronologi Timnas Iran Putuskan Mundur dari Piala Dunia 2026: Lolos Jalur Kualifikasi hingga Konflik dengan AS-Israel
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Menko Airlangga: Asia Perlu Perkuat Sinergi Hadapi Dinamika Ekonomi Global
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.