Endrick, yang bergabung dengan Lyon dari Real Madrid pada Januari lalu, sempat tampil mengesankan dengan torehan hattrick di awal kedatangannya. Namun, performa pemain 19 tahun itu belakangan disorot tajam lantaran dianggap terlalu egois di area pertahanan lawan saat Lyon mengalami penurunan tren positif.
Gol terakhirnya di liga tercipta saat menghadapi Metz pada 25 Januari. Sejak itu, penyerang 19 tahun tersebut mulai menuai kritik tajam, terutama terkait keputusan di area akhir serta kecenderungannya bermain terlalu individual saat menguasai bola.
Baca Juga :
PSG x Jordan Rilis Jersey Kelima 2025-2026: Definisi 'Classy' dan Energi Malam Kota ParisKritik tersebut muncul di tengah penurunan performa tim, setelah Lyon menelan tiga kekalahan dalam empat laga terakhir. Hasil imbang 1-1 melawan Paris FC pada Minggu, 9 Maret memang menghentikan tren negatif, namun penampilan Endrick yang masuk dari bangku cadangan kembali memicu sorotan.
"Dia baru berusia 19 tahun, orang-orang mengharapkan terlalu banyak darinya. Endrick tidak bermain secara reguler selama lebih dari setahun di klub sebelumnya," ujar Fonseca dikutip dari GFFN.
Fonseca juga menjelaskan bahwa Endrick masih dalam tahap memahami skema serangan yang diinginkan tim. Meskipun sang pemain selalu ingin menguasai bola, staf pelatih menuntutnya untuk lebih aktif menjemput bola dari lini belakang.
"Saat dia mencetak gol, penilaian orang sangat positif. Namun, saat dia tidak mencetak gol kritik yang datang menjadi sangat berat dan tidak adil," pungkas pelatih 53 tahun itu. (Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




