Mendes PDT Minta Pemutakhiran DTSEN Dilakukan Serius Agar Bansos Tepat Sasaran

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto meminta data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) dimutakhirkan dengan serius oleh semua pihak. Sebab data tunggal tersebut merupakan fondasi bagi pemerintah pusat dalam merencanakan pembangunan dan menyalurkan bantuan.

"Ini adalah kata kunci kita untuk tepat sasaran untuk memberikan bantuan. Tepat sasaran dalam membangun desa, tepat sasaran dalam pemberdayaan dan lain sebagainya. Karena data ini sangat dinamis, ada yang meninggal, ada yang lahir. Ada yang miskin ada yang udah nggak miskin," kata Yandri saat memberi sambutan pada acara Sosialisasi DTSEN, di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma'mun, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Kemensos-Kemendes Kolaborasi dalam Pemutakhiran DTSEN di Kabupaten Serang

Yandri menuturkan Kemendes PDT bersama Kemensos berkolaborasi untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem, dan menuntaskan data penerima bantuan yang valid, serta memberdayakan masyarakat desa secara efektif. Menurutnya, sinergi adalah langkah konkret dan mutlak untuk dapat memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.

"Alhamdulillah kami dari Kemendes bersama Kemensos hari ini berkolaborasi program prioritas Bapak Presiden. Kenapa kolaborasi? Karena tidak mungkin kita lakukan dengan sendiri-sendiri. Karena kalau sendiri-sendiri berat, termasuk data," ujar Menteri asal Bengkulu Selatan ini.

Yandri menjelaskan, melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, DTSEN diwajibkan menjadi acuan data tunggal bagi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, sehingga tidak ada lagi data yang berbeda antar instansi.

Sebab data yang tidak akurat dapat mengakibatkan orang yang berhak tidak menerima bantuan, sementara yang mampu justru menerima. Karenanya DTSEN hadir sebagai solusi untuk memastikan bantuan diterima oleh target yang benar, termasuk warga di pelosok desa.

"Alhamdulillah Presiden Prabowo menerbitkan Inpres Nomor 4 Tahun 2025, tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yang Insyaallah akurasinya ini bisa dipertanggungjawabkan, bisa divalidkan," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Mensos Saifullah Yusuf, Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah, serta seluruh Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemendes PDT dan Kemensos, serta OPD setempat.




(dek/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Hari Ini Magnitudo 3,4 Guncang Blangpidie Aceh Barat Daya
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Selamat! Titip Bunda di Surga-Mu Jadi Film Indonesia 2026 ke-11 Tembus 100 Ribu Penonton
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dompet Dhuafa Ajak 50 Jurnalis Jelajahi Program Pemberdayaan di Zona Madina Bogor
• 18 jam laludisway.id
thumb
Menanti THR di Ujung Ramadan, Harapan Para Driver Ojol Jelang Lebaran
• 11 jam laludisway.id
thumb
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara dalam Kasus Peredaran Narkoba di Rutan
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.