Harga Bensin di 95 Negara Naik Imbas Perang Iran-AS

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Setidaknya 95 negara mencatat kenaikan harga bensin setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Harga Bensin di 95 Negara Naik Imbas Perang Iran-AS. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Setidaknya 95 negara mencatat kenaikan harga bensin setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. 

Angka tersebut berdasarkan data dari Global Petrol Prices, platform yang memantau harga bahan bakar minyak (BBM) di sekitar 150 negara.

Baca Juga:
Iran Naikkan Harga Bensin, Termahal Capai Rp667 per Liter

Beberapa negara hanya mengumumkan perubahan harga setiap akhir bulan, sehingga harga yang lebih tinggi diperkirakan akan terjadi di banyak negara lain pada April.

Dilansir dari Al Jazeera pada Kamis (12/3/2026), Vietnam mencatat kenaikan harga bensin tertinggi yakni 50 persen.

Baca Juga:
Konsumsi BBM Diproyeksikan Naik 12 Persen Selama Angkutan Lebaran

Selanjutnya, ada Nigeria (35 persen), Laos (33 persen), dan Kanada (28 persen).

Asia sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk pengiriman minyak dan gasnya, yang secara efektif telah ditutup sejak awal perang.  

Baca Juga:
Konflik Timur Tengah Memanas, Prabowo Panggil Luhut-Purbaya Pastikan APBN dan BBM Aman

Selat ini menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Arab dengan Teluk Oman dan merupakan satu-satunya jalur bagi produsen minyak di kawasan ini menuju laut lepas.

Jepang dan Korea Selatan termasuk yang paling rentan, masing-masing mengimpor 95 persen dan 70 persen minyak mereka dari Teluk. Kedua negara Asia Timur ini telah memberlakukan langkah-langkah darurat untuk menstabilkan pasar energi mereka. 

Baca Juga:
Stok BBM di Tangki Capai 23 Hari, Masyarakat Tak Perlu Panic Buying

Pada 8 Maret, Jepang menginstruksikan lokasi cadangan minyaknya untuk bersiap menghadapi potensi pelepasan cadangan strategis. Keesokan harinya, Korea Selatan memperkenalkan batas harga maksimum untuk bensin dan solar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.

Di Asia Selatan, dampak perang lebih parah daripada di Asia Timur karena negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh memiliki dana yang jauh lebih tipis dan cadangan strategis yang lebih kecil. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI Bakal Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS, Brasil, dan Australia
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wamensos Agus Jabo Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Majene
• 13 jam laludetik.com
thumb
Mudik Lebaran 2026, Kemenag Pastikan 6.859 Masjid Siap Jadi Tempat Istirahat Pemudik
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
THR PJLP Dipotong hingga Jutaan Rupiah, Pramono Klaim Sesuai Aturan
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Siapa Friderica Widyasari Dewi? Ketua OJK Baru yang Dipilih DPR, Ternyata Pernah Jadi Aktris Sinetron
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.