JAKARTA, KOMPAS.TV - Stok bahan bakar minyak nasional dipastikan aman untuk 30 hari ke depan, meski konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel tengah berlangsung. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung meminta masyarakat yang akan mudik tidak perlu khawatir soal ketersediaan BBM.
"Untuk ketersediaan BBM secara nasional dan juga LPG melebihi dari cukup. Ini ketersediaan BBM lebih dari 30 hari," kata Yuliot, Kamis (12/3/2026) dalam tayangan KompasTV.
Yuliot menjelaskan, produksi minyak bumi dalam negeri saat ini mencapai 610.000 barel per hari. Angka itu belum mencukupi kebutuhan nasional, sehingga pemerintah menutup kekurangan pasokan sebesar 1,6 juta barel melalui impor.
"Jadi di dalam negeri kita ada tingkat produksi minyak bumi sekitar 610.000 barel. Kemudian untuk kekurangan kita ada impor," ujarnya.
Impor dilakukan dalam dua bentuk, yakni minyak mentah atau crude maupun BBM jadi.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Minta Masyarakat Tidak Beli BBM Berlebihan: Stok Kita Aman
Kilang Nasional Disiapkan Hadapi Lonjakan LebaranPemerintah juga mempersiapkan kilang-kilang di berbagai daerah untuk memastikan pengolahan BBM berjalan maksimal selama periode angkutan Lebaran. Kilang yang disiapkan mencakup fasilitas di:
- Balikpapan
- Balongan
- Cilacap
- Dumai
- Plaju
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut stok BBM nasional aman untuk 23 hari. Bahlil menanggapi munculnya antrean di sejumlah SPBU di beberapa daerah.
"Kemarin kan saya sudah ngomong beberapa kali di media, bahwa stok kita itu dalam kondisi aman," kata Bahlil dalam laporan KompasTV.
Bahlil menegaskan cadangan BBM di tangki penyimpanan serta proses produksi hingga distribusi terus berjalan normal.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- BBM
- stok BBM
- mudik Lebaran
- Yuliot Tanjung
- Wamen ESDM
- perang Iran





