jpnn.com, JAKARTA - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyatakan akan memberikan perlindungan maksimal bagi para atlet yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual.
Pihak FPTI memastikan identitas para korban akan terus dirahasiakan untuk menghindari adanya stigma dari masyarakat.
BACA JUGA: Kemenpora Gandeng LKBH Fakultas Hukum UI Tangani Kasus Kekerasan Seksual pada Atlet
"Kami memberikan perlindungan maksimal bagi para atlet (korban), karenanya identitas mereka juga kita rahasiakan. Mereka jangan sampai jadi korban dua kali karena adanya stigma di masyarakat," tegas Ketum FPTI Yenny Wahid dalam keterangannya, Jumat (13/3).
Pernyataan tersebut disampaikan Yenny Wahid seusai menghadiri perayaan ulang tahun ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di Ritz Carlton Jakarta, Rabu (11/3).
BACA JUGA: Kecam Pelaku Kekerasan Seksual pada Atlet, Sekjen DPP Perbasi Dorong Hukuman Setimpal
Yenny Wahid menyampaikan pihaknya sudah membentuk tim pencari fakta pada internal federasi.
Tim tersebut sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap terduga pelaku pada Kamis (12/3).
BACA JUGA: Menpora Erick Thohir Kecam Keras Pelaku Kekerasan Seksual pada Atlet Kickboxing di Jatim
"Kami tetap membentuk tim pencari fakta. Tim sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap terduga pelaku, juga sudah menghubungi melalui WhatsApp," terangnya.
Upaya FTPI ini mendapat dukungan penuh dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Dia berharap pembentukan tim pencari fakta ini akan membuat kasus menjadi semakin terang benderang dan memastikan proses penanganan kasus dilakukan secara objektif, transparan dan menyeluruh.
“Pembentukan tim pencari fakta merupakan langkah yang tepat dan bukti penanganan serius oleh FPTI untuk memastikan setiap informasi dan fakta bisa dikaji secara mendalam. Kami berharap proses berjalan secara obyektif, profesional dan menjadi jalan untuk mewujudkan keadilan bagi korban,” ujar Menpora Erick.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan terus memantau perkembangan proses yang dilakukan FPTI dan siap berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan kasus ini berjalan dengan baik serta menjunjung tinggi keadilan bagi korban.
Yenny Wahid menjelaskan saat ini para atlet yang menjadi korban telah membuat laporan resmi ke pihak Kepolisian.
Dia mengatakan federasi juga menyediakan pengacara.
"Jadi kami akan lindungi mereka untuk bisa mendapatkan kehidupan yang bermartabat dan mendapat keadlian. Ini ada dua proses yang berjalan secara beriringan, pertama proses di internal FPTI tim pencari fakta, lalu juga proses hukum yang sudah berjalan," tambah Yenny Wahid. (mrk/jpnn)
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




