Bahlil: Presiden Minta Percepat Transisi Energi ke EBT Imbas Ancaman Krisis Minyak

suarasurabaya.net
9 jam lalu
Cover Berita

Prabowo Subianto Presiden meminta jajarannya, khususnya yang tergabung dalam Satuan Tugas Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (Satgas EBTKE) untuk mempercepat peralihan energi fosil menuju energi baru terbarukan, terutama energi yang berasal dari tenaga surya.

Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memimpin Satgas EBTKE mengatakan, Presiden memberikan perintah tersebut karena mempertimbangkan ancaman krisis minyak yang saat ini terjadi di kawasan Asia Barat/Timur Tengah.

“Itu salah satu yang juga kita bicarakan (saat rapat bersama Presiden, red.) bahwa harus ada alternatif-alternatif apa yang akan dipakai ketika Selat Hormuz kondisinya masih seperti ini,” kata Bahlil saat ditemui awak media selepas menghadap Prabowo Presiden di Istana, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Melansir Antara, Bahlil kemudian melaporkan hasil rapat perdana satgas, yang diikuti oleh delapan menteri, jajaran pimpinan Kementerian ESDM, dan petinggi PT PLN.

Dia menyebut satgas dapat langsung mengeksekusi rencana-rencana kerjanya terkait transisi energi, termasuk menghentikan beberapa pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil, seperti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang masih menggunakan bahan bakar solar.

Targetnya, Bahlil menyebut satgas dapat langsung bekerja saat Hari Raya Idulfitri, yang jatuh minggu depan.

“Dalam kondisi geopolitik perang ini, tidak bisa kita memastikan bahwa energi kita ini akan seperti apa dalam konteks jangka panjang. Oleh karena itu, kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil untuk kita bisa lakukan (transisi) seperti ini,” ujar Menteri ESDM.

Walaupun demikian, Bahlil melanjutkan pemerintah tentu menunggu infrastruktur pembangkit listrik pengganti, yaitu yang bersumber dari energi baru dan terbarukan itu rampung dibangun lebih dulu, baru akan menyetop operasional pembangkit listrik yang bersumber dari bahan bakar fosil.

“Bangun dulu dong, kalau di-setop belum dibangun kan penggantinya tidak ada. Jadi, paralel, begitu dibangun, begitu sudah langsung COD, PLTD-nya dimatikan,” kata Bahlil.

COD atau tanggal operasi komersial merupakan tahapan yang menandai berakhirnya pengujian teknis, dan diawalinya operasional pembangkit listrik untuk menyalurkan listrik ke jaringan listrik PLN.(ant/ily/bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaksa Sebut Ammar Zoni Tak Mengakui Perbuatannya dan Berbelit-Belit
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
IHSG Berisiko Lanjut Koreksi ke 7.265, Cermati Saham CPIN, PTBA hingga UNVR
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Kasus Campak Meningkat di Jabar, Dinkes Ingatkan Warga Waspada Penularan Saat Mudik Lebaran
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Agresif Ekspansi, MR DIY (MDIY) Cetak Laba Rp1,1 Triliun pada 2025
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Bahlil Laporkan Perkembangan Selat Hormuz ke Prabowo, Siapkan Alternatif Pasokan Minyak
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.