Serangan udara Israel menghantam dua gedung di pusat kota Beirut pada Kamis (12/3), meningkatkan eskalasi konflik dengan kelompok bersenjata Hezbollah yang didukung Iran. Serangan tersebut terjadi di dekat kompleks pemerintahan Lebanon dan dinilai semakin menyeret negara itu lebih dalam ke konflik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan militer telah menerima perintah untuk memperluas operasi militernya. Sementara itu, Panglima militer Israel, Eyal Zamir, menegaskan bahwa operasi di Lebanon tidak akan berlangsung singkat.
Sejak pekan lalu, Israel menggempur wilayah selatan dan timur Lebanon serta pinggiran selatan Beirut yang menjadi basis kuat Hezbollah. Otoritas Lebanon melaporkan hampir 700 orang tewas akibat serangan tersebut, sementara lebih dari 800.000 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.




