Menpar Pastikan Destinasi Wisata Indonesia Aman di Tengah Situasi Timur Tengah

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memastikan destinasi pariwisata di Indonesia tetap aman bagi wisatawan di tengah dinamika global, termasuk perkembangan situasi kawasan Timur Tengah.

“Pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” ujar Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menjelaskan sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas lintas negara, sehingga kondisi geopolitik di berbagai kawasan dunia berpotensi memunculkan ketidakpastian dalam perjalanan internasional.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah melakukan penyesuaian fokus pasar dengan memperkuat promosi pada negara-negara yang memiliki akses perjalanan relatif stabil, seperti kawasan Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga mengintensifkan kampanye digital, meningkatkan penyelenggaraan event lintas negara, serta mendorong minat wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri.

Terkait penutupan ruang udara di sebagian kawasan Timur Tengah yang sempat berdampak pada perjalanan wisatawan, pemerintah memastikan para pelancong tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan selama menunggu kelanjutan perjalanan.

“Kami juga memastikan wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan yang baik,” kata Widiyanti.

Dalam laporan kinerja bulanan periode Maret 2026, sektor pariwisata nasional disebut menunjukkan tren positif pada awal tahun. Pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama tercatat mencapai 1,01 juta kunjungan.

Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan 150,5 ribu kunjungan, diikuti Australia, Tiongkok, Singapura, dan India. Data tambahan dari pintu masuk perbatasan lain akan dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengungkapkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta perjalanan, sedikit menurun sekitar 0,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi posisi bulan Januari yang berada di antara libur Natal dan Tahun Baru serta menjelang momentum libur besar berikutnya seperti Imlek dan Lebaran.

Namun pemerintah optimistis pergerakan wisatawan domestik akan kembali meningkat seiring berbagai momentum liburan serta bertambahnya paket wisata dari pelaku industri. 

Target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026 diyakini dapat tercapai melalui program promosi dan peningkatan kesiapan destinasi.

Di sisi lain, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri pada awal tahun juga tercatat tumbuh 1,65 persen atau sekitar 1 juta perjalanan. 

Tujuan utama masih didominasi Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura, yang secara keseluruhan menyumbang 58,58 persen dari total perjalanan.

Widiyanti menambahkan dengan tambahan data dari metode Mobile Positioning Data (MPD), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri, sehingga neraca devisa pariwisata tetap positif.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah memperkuat berbagai agenda strategis, termasuk peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah pada awal Februari 2026.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri melalui pertemuan bersama 52 pelaku usaha pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali.

Menjelang libur Lebaran, pemerintah menyiapkan stimulus berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat ekonomi domestik yang berpotensi menurunkan harga tiket sekitar 17 hingga 18 persen.

Langkah lain yang dilakukan adalah pendataan lebih dari 4.700 Daya Tarik Wisata rawan bencana di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko dan menjaga keselamatan wisatawan.

Pemerintah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata melalui pembukaan Seleksi Bersama Masuk Politeknik Pariwisata Tahun Akademik 2026/2027 dengan kuota 2.166 mahasiswa.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Petrokimia Gresik Perkuat Industri Pupuk Nasional Lewat Strategi Pertumbuhan
• 56 menit lalurepublika.co.id
thumb
Generasi Scroll: Ketika Layar Lebih Dekat daripada Realitas
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Freya JKT48 Batal Diperiksa, Begini Penjelasan Polisi
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Tok, Mantan Wali Kota Palembang Harnojoyo Divonis 28 Bulan Penjara
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Perang Timur Tengah, PDIP Minta Pemerintah Mulai Siapkan Opsi Terkait Haji
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.