Gerakan Pangan Murah Stabilkan Harga di Tanjungpinang

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Eko Surya

TVRINews – Tanjungpinang

Pemerintah sediakan 760 kg daging sapi segar untuk menjaga daya beli warga menjelang hari besar keagamaan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menginisiasi program stabilisasi harga pangan melalui penyediaan ratusan kilogram daging sapi segar bagi masyarakat di Kota Tanjungpinang. Langkah strategis ini diambil guna memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok di tingkat konsumen.

Dalam kolaborasi antara Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, sebanyak 760 kilogram daging sapi dialokasikan khusus dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Pasar Bintan Center.

Program yang dijadwalkan selama dua hari, yakni 12-13 Maret 2026, mencatat lonjakan pengunjung sejak pagi hari. Fenomena ini menunjukkan tingginya permintaan pasar terhadap komoditas protein hewani dengan harga bersaing.

Intervensi Pasar dan Distribusi Lokal

Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam memberikan akses pangan yang lebih inklusif. 

Guna memastikan pemerataan, pihak penyelenggara menerapkan kuota pembelian maksimal dua kilogram per warga.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh daging segar dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan menjelang hari besar keagamaan,” ujar Nita dikutip Juamt 1 Maret 2026
.
Lebih lanjut, Nita mengungkapkan bahwa pasokan daging sapi tersebut didatangkan langsung dari Lampung untuk memperkuat ketahanan stok pangan di wilayah Kepulauan Riau. 

Di lokasi kegiatan, daging segar tersebut dibanderol seharga Rp140.000 per kilogram, berada di bawah rata-rata harga pasar reguler.

Sejalan dengan upaya pusat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Kepri, Rika Azmi, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah bukan sekadar agenda temporer, melainkan program tahunan yang terukur.

“Kegiatan ini akan terus kami lakukan secara berkala, khususnya menjelang hari besar keagamaan, untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,” tutur Rika.

Ia menambahkan bahwa selain untuk membantu masyarakat menengah ke bawah, program ini berfungsi sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah. 

Dengan terjaganya stabilitas harga dan pasokan, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap konsisten di tengah fluktuasi ekonomi global yang berdampak pada harga komoditas domestik.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istri Kerja di Luar Kota, Ayah di Ponorogo Tegah Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun: Ngaku Kesepian!
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Jadi Pengawas Perlindungan Konsumen OJK, Begini Perjalanan Karir Dicky Kartikoyono
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perang AS-Israel Vs Iran Memanas! Trump Klaim Menang, Iran Ajukan Syarat Akhiri Konflik
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Ditilang, Pria di Jayapura Nekat Ajak Polisi Baku Hantam
• 8 jam lalurealita.co
thumb
KPK Tahan Eks Menag Terkait Kasus Kuota Haji
• 16 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.