Nadiem Disebut Ingin Ciptakan Ketergantungan pada Teknologi untuk Reformasi Edukasi

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks konsultan teknologi Stefani Nadia mengaku pernah mendengar visi misi Nadiem Makarim untuk menciptakan ketergantungan pada teknologi selama menjalankan tugasnya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudaaan, Riset, dan Teknologi.

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi berbasis Chromebook saat jaksa penuntut umum membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Stefani terkait pertemuannya dengan Nadiem pada 2019 saat Nadiem belum menjadi menteri.

“Ada visi yang disampaikan oleh beliau, yaitu melakukan reformasi edukasi yang tidak bisa diubah kembali setelah masa jabatannya dikembalikan dengan cara membuat ketergantungan terhadap teknologi,” ujar jaksa Roy Riady dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Nadiem Masuk Rumah Sakit, Sidang Chromebook Ditunda ke 30 Maret

"Analoginya seperti bagaimana masyarakat sangat tergantung dengan aplikasi Gojek. Namun, saat itu tidak dijelaskan bagaimana detailnya. Benar seperti itu?” tanya Jaksa Roy.

Stefani mengatakan, penyampaian dari Nadiem menggunakan bahasa Inggris.

Ketika ditanya oleh penyidik, Stefani mengaku tidak memberikan terjemahan yang persis.

Keterangan yang ditangkapnya dulu seperti yang tercatat dalam BAP.

“Jadi, Pak Nadiem ingin ada reformasi ya di pada saat dia dilantik sebagai menteri untuk bagaimana ketergantungan di teknologi, walaupun dia tidak menjabat lagi tapi tetap dipakai, seperti itu ya?” cecar jaksa.

“Benar,” jawab Stefani.

Baca juga: Momen Nadiem Diceramahi Bekas Bawahannya di Sidang Chromebook...

Keterangan terkait ‘ketergantungan’ ini diperdalam oleh kuasa hukum salah satu terdakwa di sesi tanya jawab terdakwa.

“Jadi yang saudara saksi pahami analoginya visi dari Pak Nadiem itu ketergantungannya akan satu platform gitu ya? Untuk, kan khususnya ini kan bidang pendidikan gitu. Makanya, saudara saksi menganalogikan bahwa dia akan ketergantungan selayaknya aplikasi Gojek gitu ya?” tanya pengacara itu.

Stefani mengklarifikasi penjelasannya dalam BAP.

Menurut dia penyampaian Nadiem saat memanggilnya dulu masih berupa gambaran besar, belum detail.

Stefani pun menangkap bahwa ketergantungan yang diinginkan Nadiem itu tidak pada satu aplikasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Sekali lagi kalau spesifik satu platform, tidak, tetapi lebih ke esensi ketergantungan terhadap aplikasi,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Jember Kerahkan 522 Personel Amankan Lebaran, Fokus Jalur Rawan hingga Tempat Wisata
• 15 jam lalurealita.co
thumb
50.000 Driver Maxim Terima BHR Jelang Lebaran
• 23 menit laluviva.co.id
thumb
Wakil Ketua MPR Minta Kemenhaj Tak Buru-Buru Wacanakan Pembatalan Haji Buntut Perang di Timteng
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Klasemen BRI Super League, Kamis 12 Maret 2026: Persis Solo Keluar dari Zona Degradasi Berkat 3 Poin di Manahan
• 14 jam lalubola.com
thumb
Tender Wajib Berjalan, Pemegang Saham LAPD Kian Bertambah
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.