Anak Malu Bertemu Keluarga saat Lebaran? Ini Cara Membantunya Lebih Nyaman

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Momen Lebaran identik dengan silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun, tidak sedikit orang tua yang mendapati anaknya tiba-tiba menjadi pendiam, bersembunyi di belakang orang tua, atau enggan menyapa kerabat yang datang.

Padahal saat di rumah, anak biasanya aktif dan cerewet. Lalu, mengapa saat bertemu banyak orang justru terlihat pemalu?

Mengapa Anak Bisa Jadi Pemalu saat Lebaran?

Menurut sejumlah pakar parenting yang dikutip dari Times of India, hal ini sebenarnya cukup umum terjadi pada anak. Rasa malu bukanlah masalah yang harus “diperbaiki”, melainkan bagian dari temperamen anak yang perlu dipahami dan didampingi dengan tepat, Moms.

Perayaan seperti Lebaran sering menghadirkan banyak situasi sosial baru bagi anak. Mereka bertemu kerabat yang jarang ditemui, berada di lingkungan yang ramai, serta mendapat banyak perhatian sekaligus.

Kondisi ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman atau kewalahan secara emosional. Anak yang pemalu biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum merasa cukup aman untuk berbicara atau berinteraksi.

Para ahli juga menekankan bahwa memberi label “anak pemalu” di depan orang lain justru dapat membuat anak semakin tidak percaya diri. Sebaliknya, orang tua dianjurkan memahami bahwa setiap anak memiliki ritme sosial yang berbeda.

Cara Membantu Anak Lebih Nyaman saat Silaturahmi

Agar anak lebih nyaman saat momen Lebaran, orang tua bisa melakukan beberapa hal berikut:

1. Validasi perasaan anak

Jika anak tampak malu atau enggan menyapa, jangan langsung memarahinya. Jelaskan bahwa merasa canggung saat bertemu banyak orang adalah hal yang wajar.

2. Hindari memaksa anak langsung bersosialisasi

Memaksa anak untuk segera menyapa atau berbicara justru bisa meningkatkan kecemasan. Beri waktu agar ia bisa “pemanasan”.

3. Siapkan anak sebelum bertemu keluarga

Orang tua bisa memberi gambaran tentang siapa saja yang akan ditemui, sehingga anak lebih siap secara mental.

4. Mulai dari interaksi kecil

Ajak anak berbicara dengan satu atau dua anggota keluarga terlebih dahulu sebelum bergabung dengan banyak orang.

5. Beri contoh dari orang tua

Anak sering meniru perilaku orang tuanya. Ketika melihat orang tua menyapa dengan ramah, anak perlahan akan belajar melakukan hal yang sama.

Dengan pendekatan yang sabar dan penuh empati, anak biasanya akan mulai merasa lebih nyaman. Bahkan, setelah beberapa waktu, mereka bisa ikut bermain dan bercengkerama dengan sepupu atau keluarga lainnya, Moms.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yaqut Cholil Qoumas Ditahan, Satu Gus Lagi Pekan Depan
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Update Stok BBM saat Perang Iran vs AS, Wamen ESDM: Cukup untuk 30 Hari
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Satu Tahun Danantara Indonesia: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Komisaris Pertamina Hasan Nasbi Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana, Bahas Apa?
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
4 Arti Mimpi Menonton TV, Bisa Jadi Pertanda Positif hingga Peringatan
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.