Momen Lebaran identik dengan silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun, tidak sedikit orang tua yang mendapati anaknya tiba-tiba menjadi pendiam, bersembunyi di belakang orang tua, atau enggan menyapa kerabat yang datang.
Padahal saat di rumah, anak biasanya aktif dan cerewet. Lalu, mengapa saat bertemu banyak orang justru terlihat pemalu?
Mengapa Anak Bisa Jadi Pemalu saat Lebaran?Menurut sejumlah pakar parenting yang dikutip dari Times of India, hal ini sebenarnya cukup umum terjadi pada anak. Rasa malu bukanlah masalah yang harus “diperbaiki”, melainkan bagian dari temperamen anak yang perlu dipahami dan didampingi dengan tepat, Moms.
Perayaan seperti Lebaran sering menghadirkan banyak situasi sosial baru bagi anak. Mereka bertemu kerabat yang jarang ditemui, berada di lingkungan yang ramai, serta mendapat banyak perhatian sekaligus.
Kondisi ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman atau kewalahan secara emosional. Anak yang pemalu biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum merasa cukup aman untuk berbicara atau berinteraksi.
Para ahli juga menekankan bahwa memberi label “anak pemalu” di depan orang lain justru dapat membuat anak semakin tidak percaya diri. Sebaliknya, orang tua dianjurkan memahami bahwa setiap anak memiliki ritme sosial yang berbeda.
Cara Membantu Anak Lebih Nyaman saat SilaturahmiAgar anak lebih nyaman saat momen Lebaran, orang tua bisa melakukan beberapa hal berikut:
1. Validasi perasaan anak
Jika anak tampak malu atau enggan menyapa, jangan langsung memarahinya. Jelaskan bahwa merasa canggung saat bertemu banyak orang adalah hal yang wajar.
2. Hindari memaksa anak langsung bersosialisasi
Memaksa anak untuk segera menyapa atau berbicara justru bisa meningkatkan kecemasan. Beri waktu agar ia bisa “pemanasan”.
3. Siapkan anak sebelum bertemu keluarga
Orang tua bisa memberi gambaran tentang siapa saja yang akan ditemui, sehingga anak lebih siap secara mental.
4. Mulai dari interaksi kecil
Ajak anak berbicara dengan satu atau dua anggota keluarga terlebih dahulu sebelum bergabung dengan banyak orang.
5. Beri contoh dari orang tua
Anak sering meniru perilaku orang tuanya. Ketika melihat orang tua menyapa dengan ramah, anak perlahan akan belajar melakukan hal yang sama.
Dengan pendekatan yang sabar dan penuh empati, anak biasanya akan mulai merasa lebih nyaman. Bahkan, setelah beberapa waktu, mereka bisa ikut bermain dan bercengkerama dengan sepupu atau keluarga lainnya, Moms.





