Buya Yahya: Dua Ibadah Ini Minimal Dilakukan di 10 Malam Terakhir Ramadhan

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan menjadi waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada periode inilah umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, karena terdapat kemungkinan datangnya malam Lailatul Qadar, yang disebut dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Banyak orang berusaha menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai ibadah seperti salat malam, membaca Al-Quran, hingga berzikir. Namun, tidak semua orang mampu menjalankan berbagai amalan secara maksimal karena keterbatasan waktu, tenaga, atau kesibukan.

Baca Juga :
Lailatul Qadar 1447 H Diprediksi Jatuh pada Malam ke-25 Ramadhan, Ini Penjelasan Imam Ghazali
Buya Yahya Jelaskan soal Anjuran Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa sebenarnya ada dua ibadah penting yang minimal perlu dijaga oleh umat Muslim pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Menurutnya, dua ibadah ini menjadi dasar yang sangat penting untuk meraih keberkahan malam-malam istimewa tersebut.

Ia menekankan bahwa hal pertama yang harus dijaga adalah melaksanakan salat berjamaah, terutama salat Isya dan Subuh. Dalam pandangannya, dua salat ini memiliki keutamaan besar, apalagi jika dilakukan secara konsisten selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.

“Kemudian kalau mau itikaf paling gak menghidupkan malam Ramadhan untuk nyambut lailatul qadar itu idealnya adalah yang pastikan Anda salat Isya berjamaah, salat subuh berjamaah,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Jumat, 13 Maret 2026. 

Selain menjaga salat berjamaah, Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari perbuatan maksiat. Menurutnya, ibadah yang dilakukan pada malam hari akan menjadi kurang bermakna jika seseorang masih melakukan perbuatan yang dilarang.

“Setelah itu Anda tidak maksiat,” ujarnya lagi. 

Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga membahas tentang ibadah itikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Ia menjelaskan bahwa itikaf tidak selalu harus dilakukan dalam waktu lama, khususnya bagi umat Muslim yang mengikuti mazhab Syafi’i.

“Sempurnanya lagi adalah paling banyaknya malam itu dihidupkan untuk beribadah. Kalau ingin milih aku gak bisa banyak aku hanya pengin 2 jam 3 jam saja. Boleh itikaf ambil kalau mazhab Syafi'i itikaf boleh waktu singkat,” katanya menjelaskan. 

Ia juga menjelaskan bahwa dalam mazhab Syafi’i, seseorang bisa mendapatkan pahala itikaf meskipun hanya berada di masjid dalam waktu singkat dengan niat beritikaf.

Baca Juga :
6 Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Jadwal Salat Lengkap Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya, Jumat 13 Maret 2026
Jadwal Imsakiyah Ramadhan Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Jumat 13 Maret 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebutuhan Daging Ayam di Jakarta Melonjak 10,77 Persen Jelang Lebaran, Harga Ikut-ikutan Naik
• 1 jam laludisway.id
thumb
Zulfikar Hamonangan: Selama Bahan Baku Impor, Masalah Pupuk Tak Akan Selesai
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Puncak Arus Mudik Terbagi Dua Gelombang, Kebutuhan BBM  Diprediksi Naik 11 Persen
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Perang Iran-AS Makin Memanas, Pertamina Relokasi Belasan Pekerja di Irak dan Dubai
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa M 5,4 Guncang Sukabumi Jabar
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.