Kunjungi SMPN 43 Bandung, Dubes Kanada Pantau Program Cegah Anemia Remaja

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, mengunjungi SMPN 43 Kota Bandung dalam rangka meninjau praktik baik Program Suplementasi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri, Jumat (13/3).

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kedutaan Besar Kanada yang untuk sementara memindahkan sejumlah aktivitasnya ke Bandung selama tiga hari.

Jess Dutton menjelaskan, selama tiga hari tersebut berbagai unit dari Kedutaan Besar Kanada hadir di Bandung untuk menjalankan sejumlah agenda kerja dan layanan diplomatik.

“Kami belum memindahkan perabot dan bangunan kedutaan, tetapi selama tiga hari ini kami menjalankan berbagai program dan aktivitas di Bandung,” ujarnya.

Selama berada di Bandung, Dutton melakukan berbagai kegiatan, mulai dari bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Barat, mengunjungi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), berdialog dengan kalangan bisnis, hingga mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika.

Kunjungan ke SMPN 43 Bandung dilakukan untuk melihat langsung implementasi program suplementasi tablet tambah darah yang didukung oleh organisasi global Nutrition International yang berkantor pusat di Kanada. Program tersebut bertujuan memastikan remaja, khususnya remaja putri, mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mencegah anemia.

“Kami sangat bangga dapat bermitra dengan pemerintah Indonesia, pemerintah Jawa Barat, Nutrition International, serta pihak sekolah dalam implementasi program ini,” kata Dutton.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kedutaan Kanada juga meninjau berbagai aktivitas di sekolah terkait pemenuhan gizi dan pemberian tablet tambah darah kepada siswa. Dutton menyebut masa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan sehingga pemenuhan gizi perlu menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Country Director Nutrition International Indonesia, Herrio Hattu, mengatakan organisasinya telah bekerja di Indonesia sejak 2006, termasuk di Jawa Barat. Program suplementasi tablet tambah darah sendiri mulai dipilotkan pada 2015 di Purwakarta dan Cimahi.

Ia menjelaskan, penyediaan tablet tambah darah sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah. Nutrition International berperan dalam memperkuat sistem pendukung program, seperti rantai pasok, pencatatan dan pelaporan, serta peningkatan kapasitas tenaga layanan, termasuk pihak sekolah.

“Peran kami lebih kepada memperkuat sistem agar program ini berjalan baik, termasuk memastikan pencatatan dan pelaporan serta peningkatan kapasitas para penyedia layanan,” ujar Herrio.

Menurutnya, program ini merupakan kerja lintas sektor yang melibatkan berbagai kementerian, seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama, serta dilaksanakan di lingkungan sekolah. Karena itu, kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program.

Herrio menambahkan, Jawa Barat menjadi salah satu fokus program karena merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, sekitar 20 persen dari total populasi nasional.

“Jika kita dapat memperbaiki indikator kesehatan remaja di Jawa Barat, maka kontribusinya akan sangat besar bagi perbaikan kondisi kesehatan di tingkat nasional,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai inisiatif yang dikembangkan di Jawa Barat dapat menjadi pembelajaran untuk diterapkan di daerah lain di Indonesia.

“Banyak hal yang kami lakukan bersama pemerintah Jawa Barat, dan semua ini hanya bisa berhasil melalui kolaborasi,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Safari Ramadan PSI, Kaesang Minta Wejangan dari KH Yasin Nawawi di Bantul
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
KBRI Ottawa, Kemendag dan LPEI Jembatani UMKM Indonesia ke Kanada
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-secure Connectivity untuk Ekosistem Digital Indonesia
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
TNI–Polri Gelar Apel Operasi Ketupat Noken 2026 di Puncak Jaya
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Israel Klaim Lancarkan Serangan Baru Skala Besar di Taheran
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.