Komdigi Siagakan Sistem Peringatan Dini Bencana Selama Mudik Lebaran

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiagakan sistem peringatan dini bencana atau Early Warning System (EWS), untuk mendukung keselamatan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.

Sistem ini memungkinkan pemerintah menyampaikan informasi darurat kepada masyarakat melalui siaran televisi digital maupun pesan singkat (SMS), apabila terjadi potensi bencana.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan layanan komunikasi tetap berfungsi optimal, sekaligus dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi penting kepada masyarakat selama mobilitas tinggi pada masa mudik lebaran.

"Ada dukungan Early Warning System (EWS), penyampaian informasi bencana melalui SMS dan siaran TV digital secara nasional," ujar Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail, dalam acara pelepasan satgas posko pemantauan layanan di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Selain Komdigi, pemerintah sendiri sudah menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem pada masa mudik Lebaran 2026.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya Pratikno, dalam konferensi pers update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Rabu (11/3/2026).

"Operasi Modifikasi Cuaca terus dilangsungkan sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.

Kesiapan sistem peringatan dini dan OMC ini menjadi bagian dari strategi mitigasi pemerintah selama masa mudik Lebaran 2026.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Saat Mudik Lebaran

Mengingat, periode libur panjang dan tingginya mobilitas masyarakat berpotensi meningkatkan risiko gangguan layanan maupun situasi darurat di berbagai wilayah.

Dengan dukungan OMC yang dikoordinasikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sistem peringatan dini dan koordinasi antara Komdigi bersama operator telekomunikasi, pemerintah berharap masyarakat dapat tetap memperoleh informasi yang cepat dan akurat, apabila terjadi situasi darurat selama perjalanan mudik Lebaran 2026. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Gunakan Rompi Oranye, Yaqut Ditahan KPK Selama 20 Hari
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Negara-Negara Teluk Mencegat Rudal dan Drone Iran
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
BTN SIapkan Uang Tunai Rp23,18 triliun Jelang Lebaran 2026
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi, Pasar Masih Waspada Risiko Inflasi 
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Ketua PN Jakpus dan PT DKI Diadukan ke Komisi Yudisial Buntut Eksekusi Hotel Sultan Dinilai Dipaksakan
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.