Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengalami cedera. Hal ini di tengah spekulasi soal Mojtaba mengalami luka-luka akibat serangan awal AS dan Israel pada akhir Februari lalu.
Serangan awal AS-Israel itu telah menewaskan ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah anggota keluarganya.
Pernyataan terbaru Trump soal kondisi Mojtaba itu, seperti dilansir Al Jazeera dan Reuters, Jumat (13/3/2026), disampaikan dalam wawancara dengan wartawan Fox News, Brian Kilmeade, yang ditayangkan pada Kamis (12/3) malam.
"Saya pikir dia mungkin (masih hidup). Saya pikir dia mengalami cedera, tetapi saya pikir dia mungkin masih hidup dalam kondisi tertentu, Anda tahu," kata Trump dalam wawancara tersebut.
Mojtaba belum muncul secara langsung ke hadapan publik Iran sejak diumumkan terpilih sebagai pemimpin tertinggi yang baru untuk negara Syiah tersebut pada Minggu (1/3) lalu.
Pernyataan pertama Mojtaba kepada publik sebagai pemimpin tertinggi Iran disampaikan secara tertulis, dengan dibacakan oleh seorang presenter televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3) waktu setempat.
Seorang pejabat Iran, yang tidak disebut namanya, mengatakan kepada Reuters pada Rabu (11/3) bahwa Mojtaba mengalami luka ringan, tetapi terus beraktivitas.
Sebelumnya, televisi pemerintah Iran dalam laporannya menyebut Mojtaba sebagai "veteran perang yang terluka dalam perang Ramadan", tetapi tidak pernah menyebutkan secara spesifik cedera yang dialaminya.
(nvc/idh)





