JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Kamis 12 Maret 2026 pukul 23.00 WIB.
Atas serangan air keras tersebut Andrie Yunus mengalami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
BACA JUGA:8 Event Jakarta Akhir Pekan 14-15 Maret 2026, Ada Bazar hingga Pameran Ramadhan
BACA JUGA:Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Komisi V DPR Soroti Kerusakan Jalan Tol Jakarta-Tangerang
KontraS pun telah mengumpulkan ciri-ciri pelaku penyiraman air keras tersebut dan berharap pelaku dapat ditemukan untuk diproses hukum.
Diketahui pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS ini berjumlah dua orang.
Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB.
BACA JUGA:Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras saat Naik Motor di Salemba, Luka Bakar 24%
BACA JUGA:Lirik Lagu When Did You Stop Loving Me - LANY, Single untuk Album SOFT Rilis Hari ini
Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%.
Dalam keterangan resmi KontraS, pihaknya menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM.
“Apabila merujuk pada UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, & Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM,” tulis pernyataan resmi KontraS melalui akun X @KontraS, Jumat 13 Maret 2026.
BACA JUGA:Habis Bertemu Gibran, Rismon Tantang Roy Suryo Buktikan Klaim Ijazah Jokowi Palsu
BACA JUGA:Dorong Integrasi Perekonomian Kawasan, Senator Se-Sumatera Gagas One Sumatera Initiative
“Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut,” tutup pernyataan KontraS.
- 1
- 2
- »





