Grid.ID – Momen Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya menjadi ajang berkumpulnya keluarga besar dalam kebahagiaan, tampaknya harus kembali dilalui dengan rasa pilu oleh keluarga aktor Ammar Zoni. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Ammar Zoni dipastikan akan merayakan Lebaran di balik jeruji besi.
Kenyataan pahit ini diungkapkan oleh sang adik, Aditya Zoni, usai mendampingi kakaknya dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Bagi Aditya Zoni, merayakan Lebaran tanpa kehadiran sosok kakak tertua sudah menjadi rutinitas sedih yang terpaksa ia jalani sejak beberapa tahun terakhir. Absennya Ammar dalam meja makan keluarga di hari kemenangan meninggalkan celah yang besar bagi adik-adiknya.
"Lebaran tanpa Bang Ammar ini kita sudah ngelakuin ini tiga tahun kali ya, sudah tiga kali Lebaran tanpa Bang Ammar," ujar Aditya Zoni usai sidang.
Ketidakhadiran Ammar membuat Adit harus memikul tanggung jawab lebih besar dalam menjaga tradisi keluarga bersama sang adik bungsu, Panji Zoni.
"Jadi ya kita berdua lagi (merayakan Lebaran)," tambahnya singkat.
Harapan di Tengah Tuntutan 9 Tahun
Kesedihan Aditya semakin berlipat ganda mengingat Ammar Zoni baru saja mendengar tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sangat berat, yakni 9 tahun penjara. Angka tersebut seolah menjadi tembok tebal yang mengancam harapan keluarga untuk bisa segera berkumpul kembali secara utuh.
Namun, di balik tuntutan yang mencekik itu, Aditya Zoni enggan menyerah pada keadaan. Ia masih menggantungkan harapan setinggi langit agar proses hukum selanjutnya bisa memberikan keajaiban bagi sang kakak.
"Ya mudah-mudahan tahun depan, oke insya Allah tahun depan kita bareng-bareng lagi lah gitu lho ya," ucap mantan adik ipar Irish Bella itu.
Fokus Kuatkan Mental Sang Kakak
Baca Juga: Aditya Zoni Klarifikasi Soal Surat Putus Ammar Zoni, Beri Pesan untuk Dokter Kamelia: Jangan Dibuat Ramai
Bagi Adit, Lebaran tahun ini bukan lagi soal baju baru atau hidangan khas, melainkan soal kekuatan mental kakaknya yang sedang diuji habis-habisan. Ia bertekad untuk terus mendampingi Ammar agar tidak terpuruk lebih dalam, terutama setelah mendengar ancaman hukuman yang begitu lama.
"Yang paling penting sekarang saat ini adalah mental Bang Ammar ya. Kalau saya sih benar-benar fokus untuk ke mentalnya Bang Ammar saja, mendampingi Bang Ammar saja," tegasnya.
Sebagai informasi, Ammar Zoni diduga terlibat peredaran narkoba di dalam Rutan Cipinang. Jaksa Penuntut umum mengungkapkan aksi Ammar Zoni terungkap pada 31 Desember 2024, di mana ia disebut menerima 100 gram sabu dari seseorang bernama Andre (DPO).
Narkotika tersebut kemudian dibagi dua, dengan 50 gram diserahkan kepada terdakwa Muhammad Rivaldi untuk diedarkan kembali di dalam rutan. Namun akhirnya pendistribusian barang haram ini terbongkar oleh petugas. (*)
Artikel Asli




