FAJAR, SLEMAN — Di tengah jeda kompetisi yang memberi ruang bagi klub-klub melakukan evaluasi, PSS Sleman justru melihat momentum tersebut sebagai kesempatan memperkuat fondasi tim. Di Lapangan Pakembinangun, Kamis (12/3) sore, skuad berjuluk Laskar Sembada kembali menjalani latihan intensif yang menekankan pembenahan taktik, organisasi permainan, dan koordinasi antar lini.
Bagi tim pelatih, masa jeda bukan sekadar waktu menunggu kompetisi kembali bergulir. Ia menjadi ruang untuk mengoreksi kekurangan sekaligus menyusun ulang strategi permainan agar tim tampil lebih solid pada fase berikutnya.
Direktur Teknis PSS, Pieter Huistra, menyebut periode ini dimanfaatkan secara maksimal oleh staf pelatih untuk memperbaiki berbagai aspek permainan tim.
Menurutnya, evaluasi tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan, tetapi juga pada proses permainan yang terjadi di lapangan.
“Jeda kompetisi ini kami manfaatkan dengan baik untuk memperbaiki beberapa aspek permainan tim. Kami fokus meningkatkan organisasi permainan, koordinasi antar lini, serta memperbaiki detail-detail kecil yang selama pertandingan sebelumnya masih perlu ditingkatkan,” ujar Huistra setelah memimpin sesi latihan.
Menyusun Fondasi Permainan
Dalam pandangan Huistra, peningkatan kualitas permainan tidak bisa hanya mengandalkan motivasi pemain. Dibutuhkan pemahaman sistem yang jelas agar setiap pemain mengetahui peran dan tanggung jawabnya di lapangan.
Karena itu, selama jeda kompetisi, staf pelatih menyusun program latihan yang lebih terstruktur.
Program tersebut mencakup penguatan taktik, pengembangan teknik individu, hingga peningkatan komunikasi antar pemain dalam situasi pertandingan.
“Latihan kami arahkan agar pemain semakin memahami sistem permainan yang ingin diterapkan. Dengan pemahaman yang lebih baik, kami berharap tim bisa tampil lebih konsisten,” kata Huistra.
Menjaga Kondisi Fisik
Selain aspek taktik, kondisi fisik pemain juga menjadi perhatian utama tim pelatih.
Program latihan yang dijalankan memadukan latihan teknik, taktik, dan kebugaran fisik. Hal ini penting mengingat jadwal pertandingan setelah jeda kompetisi diperkirakan kembali padat.
Dalam sepak bola modern, kemampuan menjaga kebugaran menjadi faktor penting untuk mempertahankan performa sepanjang musim.
Tanpa kondisi fisik yang optimal, strategi terbaik sekalipun sulit dijalankan secara maksimal di lapangan.
Skuad yang Dinilai Siap ke Level Atas
Jika melihat komposisi pemain yang dimiliki saat ini, banyak pengamat menilai PSS Sleman sebenarnya memiliki kualitas skuad yang tidak jauh berbeda dengan klub-klub papan tengah di level tertinggi kompetisi Indonesia.
Bahkan, beberapa pihak menilai kedalaman tim Laskar Sembada lebih kompetitif dibandingkan sejumlah klub yang pernah menjadi kekuatan besar seperti PSIS Semarang maupun Persipura Jayapura.
Penilaian tersebut tentu tidak datang tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, PSS dikenal memiliki kombinasi pemain muda potensial dan pemain berpengalaman yang mampu menjaga stabilitas permainan tim.
Jika konsistensi permainan berhasil dijaga, peluang untuk kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional tentu terbuka lebar.
Ambisi Laskar Sembada
Bagi PSS Sleman, target utama tetap sama: tampil kompetitif dan membuktikan bahwa mereka layak berada di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Latihan intensif selama jeda kompetisi menjadi bagian dari upaya membangun kembali kekuatan tim.
Di kota Sleman, sepak bola bukan sekadar olahraga. Ia menjadi identitas lokal yang mengikat hubungan emosional antara klub dan suporternya.
Karena itu, setiap langkah pembenahan yang dilakukan tim pelatih bukan hanya untuk mengejar kemenangan.
Ia juga menjadi bagian dari usaha mengembalikan Laskar Sembada ke panggung besar sepak bola nasional—tempat yang sejak lama diyakini banyak pihak memang pantas mereka tempati.





