OJK Siap Evaluasi Papan FCA, Transparansi Harga Saham Bisa Ditingkatkan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan siap mengevaluasi implementasi papan Full Call Auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan evaluasi bakal dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai masukan yang berkembang di pasar, termasuk dari DPR.

"Ya, kita akan evaluasi, kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh investor untuk katakanlah membangkitkan atau mengaktifkan kembali saham-saham yang masuk dalam kriteria. Termasuk saham yang sebenarnya tidak aktif yang selama ini kesulitan kalau masuk dalam papan yang reguler gitu, ya," ujar Hasan ketika ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/3).

Menurut Hasan, papan FCA sejak awal dirancang sebagai mekanisme perdagangan bagi saham-saham dengan likuiditas rendah. Melalui skema itu, saham yang sebelumnya jarang diperdagangkan diharapkan bisa kembali menarik minat transaksi dari investor.

Katanya, OJK bersama BEI bakal terus melakukan pemantauan serta penyempurnaan terhadap kebijakan FCA apabila masih terdapat kendala di lapangan.

"Tapi kalau dirasakan masih ada sesuatu yang masih diperlukan, tentu kami sangat terbuka dan akan memantau dan memonitor termasuk masukan yang sangat baik kemarin yang kami terima dari parlemen," kata dia.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam implementasi papan FCA adalah transparansi pembentukan harga saham. Hasan menjelaskan, mekanisme perdagangan di papan FCA memang berbeda dengan papan reguler karena menggunakan metode periodic call auction.

"Kebetulan memang, kan, perlakuannya adalah periodic call gitu, ya. Sehingga sebetulnya itu dibutuhkan untuk mengumpulkan kembali minat jual dan beli dari peminat yang sebelumnya kurang untuk saham tertentu," ujarnya.

Hasan menjelaskan, metode itu memungkinkan minat beli dan jual dikumpulkan terlebih dahulu sebelum proses pencocokan transaksi dilakukan secara periodik. Ini dinilai lebih efektif untuk saham-saham yang memiliki likuiditas rendah.

Meski demikian, OJK membuka kemungkinan untuk meningkatkan transparansi dalam mekanisme perdagangan di papan FCA. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menghadirkan indikasi harga penawaran terbaik dari sisi beli maupun jual.

"Tapi kalau itu kemudian dihadirkan bentuk transparansi tertentu, misalnya ada indikatif best bid atau best offer, nanti tentu itu menjadi bagian yang akan kita lakukan evaluasinya ke depan," lanjut Hasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Komisi XIII: Upaya Bungkam Suara Kritis
• 48 menit laluliputan6.com
thumb
Titi DJ soal Kebaikan Vidi Aldiano: Tak Tolak Tampil di Konser Stephanie Poetri
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Tegaskan Gus Alex Representasi Yaqut Cholil
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polrestabes Bandung siagakan 1.627 personel amankan Lebaran 2026
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Kapolri hingga Panglima TNI Patroli Udara Cek Kesiapan Mudik di Pelabuhan Merak
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.