Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengalihkan bus pariwisata dari kawasan parkir di Jalan Senopati pada Sabtu, 14 Maret 2026 sebagai bagian dari penataan kawasan Sumbu Filosofi. Jika uji coba berjalan lancar, Pemkot menargetkan setelah Lebaran tidak ada lagi bus yang parkir di kawasan tersebut.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan selama ini terdapat sekitar 20 hingga 40 bus pariwisata yang biasa parkir di Senopati. Mulai akhir pekan ini, bus-bus tersebut akan dialihkan ke kawasan Ngabean dan sebagian lainnya ke area eks Menara Kopi di Kotabaru.
“Mulai tanggal 14 nanti bus yang biasanya sekitar 20–40 di Senopati akan kita pindahkan. Sebagian ke Menara Kopi, sebagian ke Ngabean,” kata Hasto saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah bertahap Pemkot untuk mengurangi kepadatan bus di kawasan inti Sumbu Filosofi, terutama di sekitar Titik Nol Kilometer hingga Malioboro.
Sebelumnya, Pemkot juga telah menghentikan penggunaan lahan parkir bus di area barat Titik Nol Kilometer yang sebelumnya kerap digunakan kendaraan wisata.
“Kami melakukan secara persuasif supaya bus tidak sampai ke titik nol. Jadi bus hanya sampai Ngabean,” ujarnya.
Hasto menambahkan, jika pengalihan bus dari Senopati berjalan baik maka kebijakan tersebut akan dilanjutkan secara permanen. “Harapan saya mulai tanggal 14 ini sukses. Setelah Lebaran pun tidak boleh ada bus di situ,” katanya.
Pemkot juga tengah menguji pembatasan pergerakan bus di kawasan Tugu Yogyakarta, di mana ke depan hanya bus yang memiliki kerja sama parkir dengan hotel tertentu yang diperbolehkan melintas.
“Kita lakukan persuasif tapi harus progresif. Kalau sudah memungkinkan dan ada solusi, baru kita eksekusi,” kata Hasto.





