Purbaya Heran Belanja Daerah Lesu Padahal Transfer APBN Makin Besar

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kinerja belanja pemerintah daerah (pemda) yang dinilai masih lambat. Meski alokasi transfer ke daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sudah ditingkatkan.

Ia mengungkapkan pemerintah sebenarnya telah menambah anggaran transfer ke daerah (TKD) secara signifikan pada tahun ini. Awalnya, alokasi TKD dalam rancangan APBN 2026 hanya sekitar Rp 650 triliun, namun meningkat menjadi Rp 693 triliun saat pengesahan undang-undang APBN.

"Uangnya makin banyak, harusnya nggak (lambat belanja). Ke daerah pun transfer kita dua kali lipat daripada tahun lalu," kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jumat (13/3).

Bendahara negara itu berencana mengecek langsung kinerja belanja pemda. Ia menduga ada kemungkinan sejumlah daerah sengaja menahan pengeluaran untuk mencari sumber tambahan pendapatan.

"Saya akan cek lagi. Tapi uangnya mereka ada. Jadi mereka cari duit kali," ungkapnya.

Belanja K/L Dipercepat Sejak Awal Tahun

Di sisi lain, Kementerian Keuangan mencatat percepatan belanja kementerian/lembaga (K/L) pada awal tahun. Hingga Februari 2026, realisasi belanja K/L tercatat tumbuh 85,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 155 triliun atau sekitar 10,3 persen dari target.

Purbaya menjelaskan lonjakan belanja tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meratakan dampak belanja negara sepanjang tahun anggaran.

Ia menilai pola belanja yang menumpuk di akhir tahun kerap membuat penyerapan anggaran tidak optimal. Karena itu, pemerintah kini mendorong kementerian dan lembaga agar mempercepat realisasi anggaran sejak awal tahun.

“Nggak (membengkak karena banyaknya K/L). Karena sekarang (belanja) kami desain supaya dampak belanja pemerintah merata sepanjang tahun. Di awal tahun, kami desak K/L untuk belanja lebih cepat dari tahun lalu,” kata Menkeu.

Secara rinci, belanja non-K/L tercatat mencapai Rp 191 triliun atau 11,7 persen dari target dan tumbuh 49,4 persen yoy. Dengan demikian, total belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp 346,1 triliun atau 11 persen dari target, naik 63,7 persen secara tahunan.

Sementara itu, realisasi transfer ke daerah tercatat Rp 147,7 triliun atau 21,3 persen dari target, tumbuh 8,1 persen yoy.

Jika digabungkan, total belanja negara hingga periode tersebut mencapai Rp 493,8 triliun atau sekitar 12,8 persen dari target APBN, meningkat 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun pendapatan negara hingga awal tahun ini terkumpul Rp 358 triliun atau 11,4 persen dari target APBN sebesar Rp 3.153,6 triliun, dengan pertumbuhan 12,8 persen secara tahunan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gibran Sambut Permintaan Maaf Rismon soal Tudingan Ijazah Palsu
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekspor Minyak Iran Naik di Tengah Serangan Selat Hormuz, Ada yang ke ASEAN
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sepak Terjang dan Manuver Sosok Pembisik Eks Menag Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Menapak Basah di Ujung Peradaban Sumba Barat
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Stok Beras Nasional 3,9 Juta Ton per Maret 2026, Dirut Bulog: Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia 
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.