Gapki Prediksi Produksi CPO RI Cuma Naik Tipis 1-2 Persen di 2026

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gapki memprediksi produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) hanya mengalami kenaikan 1-2 persen pada 2026.

Gapki Prediksi Produksi CPO RI Cuma Naik Tipis 1-2 Persen di 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memprediksi produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) hanya mengalami kenaikan 1-2 persen pada 2026.

"Nah, terus kemudian di tahun 2026, sebenarnya kami itu juga sangat khawatir ya. Tapi tetap berusaha untuk naik. Walaupun naik itu enggak lebih dari 5 persen lah. Mungkin 1-2 persen lah. Ya dengan beberapa alasan," ujar Sekretaris Jenderal Gapki Hadi Sugeng Wahyudiono dalam konferensi pers, Jakarta, dikutip Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:
Gapki Catat Produksi CPO Turun 22 Persen, Ekspor ke Sejumlah Negara Ini Terkoreksi

Dia menerangkan, sentimen positifnya yakni adanya areal replanting yang mulai berproduksi. Sedangkan sentimen negatif antara lain keterlambatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dan El Nino yang diprediksi terjadi pada pertengahan 2026.

"Kita juga adanya musim kemarau yang diprediksi akan datang di tahun ini. Buat tata kelola sawit kita yang terus terang perlu pembenahan. Karena yang 1,7 juta ini juga masih harus berbenah pengelolaannya," kata Hadi.

Baca Juga:
Jutaan Ha Lahan Karet Bakal Diubah Jadi Kebun Sawit, Begini Kata Gapkindo

Kemudian, konsumsi dalam negeri diprediksi relatif sama dengan 2025, terutama karena di 2025 pemerintah tidak menaikkan bauran biodiesel (B40).

Baca Juga:
Gapki: Produksi CPO RI Lima Tahun Terakhir Relatif Tidak Bergerak

"Sampai hari ini masih B40, sehingga kemungkinan juga masih sama dengan tahun lalu serapannya, 13-14 juta. Tetapi katanya (pemerintah) mau B50. Nah ini tentunya akan terdampak lagi. Kalau B50 diterapkan, ya volume ekspor akan menurun. Mudah-mudahan tidak terjadi, karena kita kemarin sudah komit adalah B40," katanya.

Selanjutnya, masih kata Hadi, ekspor diprediksi akan relatif sama dengan 2025. Data Gapki mencatat volume ekspor CPO nasional sepanjang 2025 tumbuh 9,5 persen menjadi 32,3 juta ton, dari 29,5 juta ton di 2024.

Menurut dia, permintaan volume ekspor yang kuat didorong oleh harga minyak sawit yang relatif leih rendah dari minyak nabati lainnya.

"Jadi tahun 2026 kita masih optimistis ada pertumbuhan meskipun tipis ya. Dibanding tahun 2005," kata dia.

"Prediksi harga minyak sawit dalam jangka penddek hingga kuartal I-2026 akan tetap tinggi, berada pada kisaran USD1.050-USD1.125 per ton," ujar Hadi.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Dispenser Bebas BPA Bisa Jadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jadi Incaran Klub Top Eropa, Inter Milan Patok Harga 40 Juta Euro untuk Bek Tangguhnya Musim Panas Nanti
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Hanya BHR, GoTo Juga Sediakan Mudik Gratis untuk Ribuan Driver Ojol
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
LPCK Tegaskan Program Hunian MBR Rp16 Triliun Pemerintah Tak Pakai Lahan Proyek Meikarta
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Jual Amunisi Rp250 Ribu per Butir ke KKB, 5 Orang Ditangkap Satgas Damai Cartenz
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.