Polri mengingatkan para pemudik yang menggunakan sepeda motor agar tidak membawa barang secara berlebihan atau “gembolan” selama perjalanan mudik. Biasanya, pemudik membawa barang di bagian depan, samping, bahkan sampai membawa anak-anak.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, fenomena pemudik motor yang membawa banyak barang masih kerap ditemui setiap musim mudik.
“Biasanya kita lihat mudik menggunakan sepeda motor itu gembolannya terlalu banyak. Ada di depan, belum lagi anak-anaknya dan lain sebagainya,” kata Komarudin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (13/3).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, tetapi juga berpotensi membahayakan jika barang bawaan terjatuh di jalan.
“Ini selain tidak nyaman, juga membahayakan keselamatan dirinya sendiri dan pengguna jalan lain kalau gembolannya jatuh ataupun barang bawaannya tidak kuat,” ujarnya.
Karena itu, Polri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan berbagai instansi pemerintah maupun lembaga lain.
“Upayakan bisa menggunakan program mudik gratis yang dikeluarkan oleh berbagai instansi, dari pemerintah daerah, dari instansi kementerian dan lain sebagainya. Banyak sekali, ratusan ribu slot tersedia,” kata Komarudin.
Namun, jika pemudik terpaksa menggunakan sepeda motor, ia menekankan agar pengendara tetap memperhatikan faktor keselamatan selama perjalanan.
“Kalaupun memang harus sangat terpaksa sekali, perhatikan keselamatan. Keselamatan ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga keselamatan pengguna jalan lain,” ujarnya.
Polisi juga mengingatkan pemudik untuk memanfaatkan pos-pos pengamanan yang disediakan di berbagai titik jalur mudik untuk beristirahat atau merapikan barang bawaan.
Komarudin menyebut lebih dari 100 pos telah disiagakan untuk membantu para pemudik.
“Masyarakat bisa memanfaatkan pos-pos yang tergelar di seluruh wilayah kami, walau hanya sekadar istirahat atau merapikan barang-barang bawaannya,” katanya.
Ia menambahkan, polisi akan mengedepankan langkah persuasif jika menemukan pengendara yang membawa barang secara berlebihan. Petugas akan memberikan imbauan dan meminta pengendara merapikan barang bawaannya terlebih dahulu.
“Penegakan hukum adalah langkah paling akhir. Kami lebih mengedepankan pola-pola preemtif dan preventif,” ujar Komarudin.





