Tiga Penculik Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta Didakwa Pembunuhan Berencana

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga terdakwa utama penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN Mohammad Ilham Pradipta, didakwa melakukan pembunuhan berencana.

Ketiga terdakwa tersebut adalah Candy alias Ken, Dwi Hartono, dan Antonius Aditia Maharjuni.

Mereka diduga merencanakan penculikan hingga pembunuhan terhadap Ilham.

Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Kematian Kacab Bank BUMN Saat Diculik

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan tindakan para terdakwa melanggar Pasal 459 juncto Pasal 20 huruf C KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 458 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf C KUHP tentang merampas nyawa orang lain.

Dakwaan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (9/3/2026).

"Melakukan tindak pidana turut serta melakukan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," kata JPU dikutip pada SIPP Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (13/3/2026).

Dalam dakwaannya, JPU mengungkap pembunuhan Ilham bermula dari rencana Ken mencari data para pimpinan cabang bank BUMN.

"Untuk diajak bekerja sama terkait pergeseran dana atau uang di dalam rekening seseorang tanpa sepengetahuan pemilik rekening tersebut, karena rekening yang bisa dilakukan pergeseran dana dari dalam rekening adalah rekening dormant," tulis dakwaan.

Pada Juni 2025, Ken memperoleh informasi mengenai rekening dormant nasabah di bank BUMN cabang Cempaka Putih dengan nilai mencapai Rp 455 miliar.

"Kemudian terdakwa I Candy alias Ken menghubungi terdakwa II Dwi Hartono untuk merencanakan pemindahan uang dari rekening dormant yang ada di bank Cempaka Putih, Jakarta Pusat ke rekening penampungan yang sudah disiapkan oleh terdakwa I Candy alias Ken," kata jaksa.

Selanjutnya, Dwi menghubungi terdakwa Antonius Aditia Maharjuni untuk ikut terlibat dalam rencana pemindahan dana tersebut.

Baca juga: 2 Tersangka Penculikan Kacab Bank BUMN Juga Dijerat Pasal Pembunuhan

Ketiganya menggelar pertemuan guna membahas cara memperoleh akses dari kepala cabang bank tersebut.

"Ken telah beberapa kali mencoba mengajak para kepala cabang bank untuk bekerja sama, akan tetapi para kepala cabang bank tersebut tidak ada yang mau diajak kerja sama," kata dia.

Oleh karena itu, agar pekerjaan pergeseran dana kali ini berhasil, muncul dua skenario yang disiapkan para terdakwa.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pertama, memaksa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap korban. Jika rencana berhasil, korban akan dilepaskan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Astra Siaga Lebaran 2026 Hadir di Jalur Mudik 17–28 Maret, Ini Daftar Layanannya
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
2 Anggota Oposisi Iran Tewas dalam Serangan Drone di Irak
• 59 menit laludetik.com
thumb
Tak Menyangka! Kevin Diks Sedih Melihat FC Copenhagen Terpuruk di Liga Denmark hingga Terancam Degradasi
• 9 jam lalubola.com
thumb
Di Hadapan Gibran, Rismon Sianipar Akui Hal Ini Tentang Jokowi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Posko Nasional ESDM RAFI 2026 Resmi Dibuka, PLN Pastikan Kesiapan Pasokan Listrik dan SPKLU Aman Terkendali
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.