Washington: Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu perpecahan di dalam Partai Republik dan gerakan Make America Great Again (MAGA).
Mantan anggota Dewan Perwakilan AS Marjorie Taylor Greene menilai partainya mulai menyimpang dari prinsip awal gerakan tersebut.
Greene menyatakan pemerintahan Presiden Donald Trump dan Partai Republik sedang bergerak ke arah yang salah dalam sejumlah isu penting, termasuk perang dengan Iran. Ia mengatakan bahwa partai tersebut telah dibajak oleh Lindsey Graham, Mark Levin, dan kelompok neokonservatif yang dulu mereka lawan.
Pernyataan Greene muncul di tengah meningkatnya perbedaan pandangan di kalangan pendukung Trump terkait keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Iran. Ia juga menilai sistem politik di Washington tidak lagi berjalan baik dan terlalu dikendalikan oleh kelompok tertentu.
Kritik juga datang dari komentator konservatif Tucker Carlson yang menyebut konflik tersebut lebih sebagai perang Israel daripada Amerika Serikat. Ia mengecam serangan terhadap sebuah sekolah khusus perempuan di Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 170 orang, sebagian besar anak anak.
Menanggapi kritik tersebut, Trump menolak pernyataan Carlson dan menyatakan komentator itu tidak lagi sejalan dengan gerakan MAGA.
“MAGA adalah America First, dan Tucker bukan bagian dari itu,” kata Trump, dikutip dari media Anadolu Agency, Kamis, 12 Maret 2026.
Perdebatan juga terjadi setelah Senator Lindsey Graham menyatakan siap meminta warga Amerika mengirim anak laki laki dan perempuan mereka untuk berperang di Timur Tengah. Pernyataan itu memicu kritik dari sejumlah politisi Partai Republik lainnya.
Anggota Dewan Perwakilan AS Nancy Mace menegaskan tidak ingin mengirim warga negaranya berperang ke Iran. Sementara itu, Anna Paulina Luna menyatakan jika Graham ingin terlibat dalam konflik luar negeri, ia seharusnya menjadi orang pertama yang maju.
Sejumlah komentator konservatif juga ikut mengkritik perang tersebut, termasuk Megyn Kelly yang mendesak Trump mengakhiri konflik. Di sisi lain, beberapa survei opini publik menunjukkan mayoritas warga Amerika menolak serangan awal terhadap Iran.
(Keysa Qanita)




