Prabowo Beri Contoh Pakistan Hadapi Krisis, Pangkas Gaji Menteri hingga DPR

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan contoh langkah Pemerintah Pakistan dalam menghadapi krisis seiring dampak perang di Timur Tengah. Efisiensi dilakukan di Pakistan dengan cara, salah satunya, memangkas gaji menteri hingga DPR.

Hal itu dibeberkan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara pada hari ini, Jumat (13/3/2026). Prabowo menjelaskan bahwa gejolak geopolitik yang terjadi, yakni perang Iran dengan AS-Israel, memberikan dampak terhadap harga minyak dunia.

Kondisi tersebut membuat Indonesia mesti memasang ancang-ancang strategi. Dia pun memberikan contoh respons negara lain, yakni Pakistan atas gangguan yang terjadi di negaranya.

Menurut Prabowo, Pakistan menganggap kondisi saat ini sudah kritis dan dikatakan critical measures seperti Covid-19. Pakistan melaksanakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. 50% bekerja dari rumah. Kemudian, hari kerja dipotong hanya menjadi 4 hari. 

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR. Dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," ujar Prabowo.

Pemerintah Pakistan juga memotong semua ketersediaan BBM untuk kementerian. Pemerintah Pakistan mewajibkan 60% kendaraan pemerintah agar tidak digunakan setiap saat. Lalu, Pemerintah Pakistan menghentikan belanja AC, belanja kendaraan, dan belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan.

Baca Juga

  • Prabowo Minta Pastikan BHR Diterima Pekerja Transportasi Online
  • Prabowo Perintahkan Menteri Salurkan THR Lebaran 2026 Tepat Waktu
  • Purbaya Lapor ke Prabowo: Asing Masih Percaya Ekonomi RI

Selain itu, Pemerintah Pakistan menghentikan semua kunjungan ke luar negeri, mengurangi dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya. Semua lembaga pendidikan tinggi di Pakistan pindah ke online. Sekolah berhenti untuk dua pekan.

"Ini hanya contoh. Maksud saya, ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," ujar Prabowo. 

Presiden percaya bahwa dalam 2 sampai 3 tahun Indonesia akan kuat. Akan tetapi, Indonesia harus tetap hemat dalam konsumsi. 

"Dengan demikian, kita berharap kita akan selalu menjaga agar defisit kita tidak bertambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita adalah APBN kita harus balance budget, itu paling ideal. Dan itu saya kira kita bisa melakukan," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Tahun Danantara, Pertamina Gelontorkan Paket Sekolah ke Pelajar Indonesia
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapolda Jatim Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemnaker: 102.696 Orang Ikuti Program Magang Nasional sejak Oktober 2025
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Museum Zoologi Bogor Hadirkan Immerzoa, Ruang Imersif yang Bikin Edukasi Fauna Lebih Hidup
• 47 menit lalukompas.tv
thumb
Jokowi Maafkan Rismon Sianipar: Urusan RJ Saya Serahkan ke Kuasa Hukum
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.