Luhut Beberkan Dampak Penutupan Selat Hormuz jika Perang Iran vs AS-Israel Terus Berlanjut

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan sejumlah kemungkinan atau skenario yang akan terjadi di Selat Hormuz yang terdampak oleh perang Iran dengan AS-Israel. 

Penjelasan Luhut itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara pada hari ini, Jumat (13/3/2026). Menurut Luhut, dalam operasi 'Epic Fury' yang digencarkan AS di Iran memang memberikan dampak pada lumpuhnya sejumlah fasilitas di Iran.

"Namun, juga saya ingin sampaikan bahwa bangsa Iran adalah bangsa Aria, sulit ditaklukan," kata Luhut.

Ketua DEN juga menjelaskan bahwa Iran telah bergeliat mengembangkan teknologi pertahanan yang canggih, sehingga AS-Israel akan sulit menaklukannya. 

Iran juga masih memiliki kepentingan untuk survive. Alhasil, situasi pun masih fluktuatif, terutama berdampak ke Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak global. 

Selat Hormuz telah ditutup imbas perang. Dampaknya, harga minyak global pun melonjak.

Baca Juga

  • Catat Target Baru Saham MEDC dan ENRG Saat Perang Iran Makin Sengit
  • Wamenpar Akui Perang Iran vs Israel-AS Berdampak Pada Pariwisata Indonesia
  • Beredar Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia dalam Serangan Iran, Benarkah?

Di sisi lain, dia menjelaskan Selat Hormuz tidak akan ditutup seterusnya. Luhut membeberkan terdapat sejumlah skenario yang akan terjadi di Selat Hormuz.

"Ada berbagai skenario dalam perkembangan 1-2 minggu ke depan. Saya kira akan baik-baik," ujar Luhut.

Dia menjelaskan pada tahap eskalasi perang Iran dengan AS-Israel, terjadi serangan langsung Iran ke aset AS di Teluk. Kemudian, terjadi penutupan lebih dari 7 hari di Selat Hormuz yang kemudian menyebabkan lonjakan insurance dan freight premium yang signifikan. 

Pada tahap eskalasi, terdapat pula serangan besar proksi. Lalu, kegagalan total dewan transisi yang menyebabkan instabilitas.

Kemudian, pada tahap prolong terdapat akses terbatas di Selat Hormuz, tetapi ancaman berulang. Serangan pesisir terbatas berlanjut. Negosiasi berjalan lambat. Lalu, Iran telah memulihkan sebagian kapasitas rudal dan drone.

Terakhir, pada tahap deeskalasi terdapat gencatan senjata yang kemudian dimediasi. Pada tahap ini, mulai tidak ada gangguan di Selat Hormuz.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebiasaan Orang Cerdas di Malam Hari yang Mudah Diikuti
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
IHSG Diprediksi Terkoreksi, Perhatikan Analisa Empat Saham Ini
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Temui Gibran, Rismon Minta Maaf, Begini Kalimatnya
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Cetak Laba Rp1,1 Triliun di 2025, MDIY Siapkan Dividen Minimal 40%
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Arus Mudik Lebaran 2026 Terlihat di Pintu Masuk DIY, Ribuan Penumpang Padati Stasiun KA dan Bandara
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.