JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan sinyal positif atas rencana Kementerian Keuangan yang berencana akan mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Diketahui, usulan tersebut sudah disampaikan oleh Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
BACA JUGA:Wuling Serahkan 2 Unit Mitra EV Minibus Untuk Ambulans dan Layanan Jenazah
BACA JUGA:ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Amankan Pasokan Energi Ramadan-Idulfitri
Dimana, Purbaya ingin menarik anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI), yakni PNM, agar beralih ke bawah naungan Kementerian Keuangan.
"Saya sudah lapor juga ke Pak Presiden, tapi belum diputuskan. ya hitung saja (Kata Prabowo), kalau bagus kenapa tidak," katanya saat Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Jumat, 13 Maret 2026.
Purbaya menyampaikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Adapun koordinasi ini dilakukan guna menghitung potensi keuangan dari berpindahnya PNM ke bawah Kementerian Keuangan.
BACA JUGA:Menanti Putusan Praperadilan Lee Kah Hin, Kuasa Hukum Berharap Ada Keadilan
BACA JUGA:Permata Bank Ungkap Kestabilan Kinerja dan Fundamental yang Resilien
"Kami sudah hitung terus dengan Pak Rosan (CEO Danantara Indonesia), apa langkah yang terbaik buat negara, buat penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat), dan kredit UMKM (usaha mikro kecil dan menengah)," ucapnya.
Sebelumnya, rencana itu mempertimbangkan efektivitas penyaluran KUR bagi UMKM serta mengoptimalkan subsidi bunga.
Menurutnya, Kemenkeu tiap tahunnya mengucurkan anggaran hingga Rp40 triliun untuk membayar subsidi bunga KUR.
Ia menyebut PNM langsung di bawah naungannya, ia yakin dana tersebut bisa dikelola menjadi modal kerja yang lebih produktif.
BACA JUGA:Rekaman CCTV Andrie Yunus Disiram Air Keras di Salemba: Teriak Allahu Akbar hingga Dibantu Warga
- 1
- 2
- »





